Peringatan WHO: Dunia Sedang Wabah Demam Kuning

By | 27/04/2016

wabah demam kuning

Setelah kemarin merebak virus Zika yang mengkhawatirkan dunia, kini WHO kembali mengeluarkan bahaya peringatan baru tentang virus mematikan yang berpotensi merebak di seluruh dunia. Kali ini, isu kemungkinan merebaknya wabah ini berasal dari negeri Angola, salah satu negara miskin yang berada di tengah Afrika.

Beberapa hari terakhir menjelang akhir April ini, Badan Kesehatan Dunia WHO yang berbasis di Jenewa, Swiss menyatakan bahwa Afrika khususnya Angola sedang berada dalam darurat mematikan berwujud demam kuning. WHO mendesak negara-negara di seluruh dunia memperhatikan bahaya dari penyakit mematikan demam kuning ini dan sebisa mungkin menghindari bepergian ke negara-negara Afrika, jika terpaksa bepergian, maka harus tetap mengutamakan vaksinasi pencegahan terinfeksi demam kuning.

Sampai dengan akhir April ini, WHO mencatat sudah ada sebanyak 258 korban tewas akibat demam kuning di Afrika, terutama Angola. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat lagi seiring dengan adanya 1.975 terduga penderita penyakit demam kuning yang ditularkan lewat nyamuk. Wabah demam kuning ini pertama kali merebak pada bulan Desember tahun 2015 lalu.

Untuk melihat seberapa jauh bahaya wabah demam kuning ini, WHO mengatakan bahwa wabah ini adalah wabah terburuk yang sudah terjadi selama beberapa dasawarsa terakhir.

Untuk diketahui, wabah demam kuning adalah penyakit yang ditularkan lewat nyamuk. Kondisi penyebaran penyakit demam kuning ini sama dengan kasus virus Zika dan Demam Berdarah Dengue yang juga ditularkan oleh gigitan nyamuk.

Hingga April 2016 ini, wabah demam kuning sudah merebak luas tak hanya di Angola, tapi juga menyebar sampai ke banyak negara-negara Afrika lainnya, apalagi yang masih berada dengan kondisi sanitasi yang buruk, termasuk negara Republik Demokratik Kongo. Bahkan ada juga kabar yang mengatakan bahwa mulai terdeteksi 11 kasus baru demam kuning di Tiongkok dibawa masuk oleh orang-orang yang baru datang dari Angola dalam beberapa bulan terakhir.

“Kasus-kasus demam kuning terkait dengan wabah ini telah dideteksi di negara-negara lain di Afrika dan Asia,” ungkap Direktur Jenderal WHO Margaret Chan dalam sebuah pernyataan tertulisnya yang diterima media.

Virus demam kuning ini akan menyebabkan gejala serupa demam, mual, dan nyeri pada seluruh sendi. Pada beberapa kasus yang parah, virus demam kuning yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini akan menyebabkan kerusakan hati yang parah, dan berakibat pada munculnya gejala Jaundis atau penyakit kuning. Tanda yang paling nampak adalah terjadi penguningan warga pada sekujur tubuh, termasuk bola mata.

Walaupun demikian, wabah demam kuning ini sebenarnya bukan hal baru dalam sejarah penyakit dunia, vaksin untuk penyakit demam kuning bahkan sudah ditemukan sejak permulaan abad 20 silam, saat industri pertama kali berkembang di seluruh dunia. (cal)

Img: who.int

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *