KTT OKI Perdamaian Palestina: Begini Isi Diskusi Pertemuan Jokowi dan Mahmoud Abbas

By | 07/03/2016

perdamaian palestina

Bulan Maret 2016 ini menjadi momentum yang spesial bagi Indonesia, sebab selain peristiwa Gerhana Matahari Total yang hanya bisa dilihat di Indonesia, negeri ini pun secara terhormat ditunjuk menjadi tuan rumah dari KTT OKI 2016 untuk perdamaian Palestina.

Berjalan sesuai dengan rencana, KTT OKI di Indonesia dilangsungkan selama 2 hari berturut-turut, mulai dari pertemuan tingkat tinggi pada Minggu, 6 Maret 2016 sampai dengan puncak dari Konferensi Tingkat Tinggi yang dihadiri oleh publik umum pada Senin 7 Maret 2016.

Minggu, 6 Maret lalu disela-sela acara pertemuan khusus Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (KTT LB OKI) 2016 yang dihadiri pemimpin negara-negara Islam untuk membahas perdamaian Palestina, ternyata secara khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menegaskan dukungannya bagi tercetusnya solusi terbaik untuk perdamaian Palestina.

Berikut adalah cuplikan isi dialog antara Presiden Jokowi dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang dilaksanakan di Ruang Kakatua Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Pernyataan Presiden Jokowi dicatat dan dirilis oleh Ketua Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana.

Pada pertemuan ekslusif dengan Presiden Palestina itu, Jokowi menaruh harapan besar agar negara-negara Islam khususnya yang tergabung dalam OKI dapat memberikan peran yang besar pada perdamaian atas konflik Palestina dan Israel. Dalam konteks ini pun, Jokowi menyatakan bahwa Indonesia siap untuk mengabil peran lebih jauh dalam proses perdamaian Palestina dan Israel. Resolusi perdamaian Palestina yang diusung oleh Indonesia akan sejalan dengan relevansi resolusi damai dari PBB.

Tak hanya itu, Jokowi mengatakan pada Mahmoud Abbas untuk tetap mempertahankan rutinitas diskusi dalam konferensi internasional lainnya untuk membahas perdamaian Palestina. Harapannya, dari KTT OKI 2016 ini akan memicu forum-forum lainnya yang bicara tentang solusi konkrit perdamaian Palestina.

Satu langkah awal yang menunjukkan dukungan Indonesia atas perdamaian Palestina adalah recana peresmian Konsulat kehormatan Republik Indonesia yang akan dibuka di Ramallah, Palestina pada akhir Maret 2016. Untuk meresmikan Konsulat Kehormatan tersebut, Indonesia akan mengutus Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi ke Ramallah pada akhir Maret 2016.

Setelah diresmikannya Konsulat Kehormatan RI di Palestina tersebut Jokowi berharap banyak untuk bisa menjadi penghubung yang mendekatkan Palestina dengan Indonesia. Sehingga Indonesia bisa berkontribusi banyak untuk terlibat dalam proses perdamaian antara Palestina dan Israel.

Semoga saja Palestina lekas merdeka! Aamin. (cal)

Img: Tempo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *