Penyebab Gizi Buruk yang Harus Anda Ketahui

By | 20/03/2017

Gizi buruk bukanlah hal yang asing didengar bagi masyarakat Indonesia. Berita sehari-hari yang hilir mudik di media nasional maupun internasional mengenai gizi buruk seringkali memenuhi headline berita. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan gizi buruk tersebut ? dapatkah gizi buruk menyerang anak-anak kita ?

Menurut istilah medis, gizi buruk adalah kondisi tubuh terparah yang mengalami kekurangan gizi dalam kurun waktu yang lama (menahun). Hal ini umumnya terjadi pada anak-anak, gizi buruk yang dialami anak pada banyak kasus disebabkan oleh kurangnya asupan makanan bergizi seimbang, di samping itu bisa juga disebabkan oleh penyakit-penyakit tertentu yang menyebabkan terganggunya proses pencernaan makanan ataupun terganggunya penyerapan zat gizi penting yang diperlukan oleh tubuh.

Adapun gizi buruk yang biasa terjadi di Indonesia, khususnya daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi terjadi karena makanan yang masuk ke dalam tubuh bayi selama masih dalam kandungan ataupun selama masa pertumbuhan. Gizi buruk yang terjadi selama bayi berada dalam masa kandungan dapat terjadi karena asupan makanan ibu selama masa hamil tidak sesuai dengan kebutuhan gizi yang seharusnya di dapat bagi si ibu sendiri serta anak yang baru lahir.

Anak Somalia dengan Gizi Buruk

Tidak main-main, gizi buruk yang tidak tertangani dengan baik, selain menyebabkan terhambatnya pertumbuhan anak, dapat pula menyebabkan kematian. Gizi buruk atau sering pula disebut malnutrisi biasanya menunjukkan gejala klinis yang khas, anak yang mengalami gizi buruk ringan hanya terlihat kurus dengan gangguan pertumbuhan lain misalnya tinggi badan yang tidak sesuai dengan tinggi anak seusianya. Sedangkan gizi buruk berat ditandai dengan anak sudah memiliki gejala-gejala klinis yang khas beserta gangguan biokimiawi dalam tubuh. Gizi buruk berat dikenal juga dengan sebutan Busung Lapar yang ditandai dengan kondisi perut anak membesar dengan akibat dari sistem tubuuh yang mulai rusak.

Berikut akan kami jelaskan faktor penyebab terjadinya gizi buruk yang biasa terjadi pada anak-anak

1.  Sarana keberihan 
Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan pada tahun 2008 bahwa secaraglobal, separuh dari semua kasus gizi pada anak balita disebabkan oleh air yang tidak aman, sanitasi yang tidak memadai atau kebersihan yang tidak layak. Kondisi seperti ini sering menyebabkan diare berulang dan infeksi cacing usus yang sangat membahayakan pencernaan tubuh

2.  Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial

Hampir semua negara, anak-anak dari kelurga kurang mampu memiliki tingkat  gizi buruk tertinggi. Karena hal ini tentu saja akan mempengaruhi ketersiediaan makanan bergizi untuk anak-anak.

3. Penyakit pencernaan dan infeksi lainnya

Penyakit saluran pencernaan menyebabkan kekurangan gizi karena menurunnya penyerapan nutrisi, penurunan asupan makanan, peningkatan kebutuhan metabolik, dan hilangnya nutrisi langsung.  Anak-anak dengan penyakit kronis seperti HIV memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kekurangan gizi, karena tubuh mereka tidak dapat menyerap nutrisi juga

4. Faktor ibu

Asupan gizi anak-anak usia di bawah 5 tahun sangat bergantung pada tingkat gizi dari ibu mereka selama kehamilan dan menyusui. Tingkat gizi ibu selama kehamilan dapat mempengaruhi ukuran tubuh bayi yang baru lahir. Kekurangan iodium pada ibu biasanya menyebabkan kerusakan otak pada anak, dan beberapa kasus menyebabkan keterbelakangan fisik dan mental yang ekstrim. Hal ini mempengaruhi kemampuan anak untuk mencapai potensi pertumbuhan dan perkembangannya.

Gizi buruk memang bukanlah penyakit endemi nan mematikan, namun bagi mereka yang sedang dilanda kesusahan hidup yang amat sangat seperti penduduk di negara konflik ataupun daerah-daerah dengan kekeringan yang sangat parah, gizi buruk dapat mematikan banyak anak bahkan janin dalam kandungan.

Mari bersama kita hadapi gizi buruk dengan menjaga asupan pola makan yang baik bagi anak-anak kita. Apabila telah ada tanda-tanda gizi buruk pada anak Anda, segera bawa ke pelayanan kesehatan terdekat

Sumber :
Mediskus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *