PBB: Bantuan Kemanusiaan untuk Suriah Ditolak dan Diabaikan oleh Pemerintah Suriah

By | 29/01/2016

kemanusiaan-suriah

Belum lepas dari ingatan bagaimana kabar tentang Madaya Suriah mengagetkan dunia. Madaya dilanda kasus kelaparan akut dan gizi buruk akibat blokade perang Suriah yang malah semakin memburuk selama setahun terakhir.

Walau kini beberapa kali bantuan makanan sudah berhasil masuk ke Madaya Suriah, namun patut dipahami bahwa Madaya hanya sebagian kecil dari banyak wilayah di Suriah yang kini sedang dilanda kasus kelaparan. Bahkan kondisi derita kemanusiaan di Suriah makin memburuk di tengah musim dingin yang mencekam. Selama perang saudara di Suriah, PBB menyimpulkan sedikitnya ada 250 ribu jiwa orang tewas, terdiri dari milter pemerintah, pasukan pemberontak, dan kebanyakan adalah masyarakat sipil.

Ironisnya lagi, sepanjang tahun 2015 lalu banyak sekali bantuan kemanusiaan untuk Suriah dari seluruh dunia yang akhirnya gagal terdistribusi dan tak jadi masuk ke Suriah.
Apa sebabnya? Melansir dari laman CNN, Kepala Bantuan PBB, Stephen O’Brien menceritakan, selama 2015 lalu permintaan PBB dan banyak lembaga bantuan kemanusiaan internasional untuk masuk ke Suriah dimentalkan begitu saja oleh rezim pemerintahan Bashar al Assad.

Pemerintah Suriah mengabaikan dan menolak sebagian besar permintaan PBB untuk memberikan bantuan kemanusiaan di Suriah. Padahal alokasi bantuan kemanusiaan PBB untuk pengungsi Suriah bisa digunakan untuk kebutuhan sekitar 4,6 juta penduduk Suriah yang tinggal di daerah yang terkepung dan sulit dijangkau, termasuk Madaya Suriah. Jumlah itu pun baru bantuan kemanusiaan dari PBB, masih ada berkali-kali lipat bantuan kemanusiaan dari lembaga kemanusiaan internasional lainnya yang juga dimentalkan dan ditolak mentah oleh pemerintah Suriah.

Akibatnya, hanya 620 ribu warga Suriah yang menerima bantuan lengkap dari sejumlah lembaga PBB pada tahun lalu.

Lengkapnya, pada tahun 2015 lalu PBB mengajukan sejumlah 113 kali pengiriman bantuan kemanusiaan untuk masuk ke kamp-kamp pengungsian penduduk Suriah. Namun dari jumlah itu, hanya 10 persen permintaan pengiriman bantuan kemanusiaan yang disetujui oleh rezim Bashar al-Assad.

Kondisi ini jelas menujukkan bagaimana sulitnya mengirimkan bantuan ke Suriah. Blokade perang dari pihak-pihak yang bertikai, entah itu militer pemerintah, maupun pemberontak ISIS dan pemberontak dari kelompok lain telah menutup rapat pintu untuk bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Suriah.

Wajar jika kemarin kabar tentang Madaya Suriah membuncah ke publik. Selama berbulan-bulan Madaya Suriah terjebak dalam kasus kelaparan dan gizi buruk yang mencekam. Bantuan kemanusiaan sama sekali tak bisa masuk ke Madaya hampir selama 6 bulan lamanya. Padahal di Madaya semua harga barang-barang melonjak drastis, namun masyarakat Madaya sama sekali tak bisa membeli makanan karena tak ada pekerjaan sama sekali akibat konflik Suriah dan blokade perang yang berlangsung selama bertahun-tahun. (cal)

Img: dailymail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *