Online Shopping vs Palestina

By | 05/01/2017

Fenomena online shopping khususnya di negara kita tercinta, Indonesia bukanlah hal asing untuk diperbincangkan. Seiring dengan tren internet dan smartphone yang telah mewabah bagi semua kalangan, online shopping dinilai  memiliki nilai efisiensi yang tinggi, dari mulai waktu hingga ongkos yang relatif murah dibanding dengan belanja mainstream di toko-toko pilihan.

Konsumerisme masyarakat Indonesia dengan adanya online shopping pun kian tinggi. Tercatat dari data yang dipaparkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 82,2 juta atau 62% penduduk Indonesia mengunjungi situs belanja online. Presentase yang cukup tinggi tersebut menjadikan angin segar bagi para wirausahawan Indonesia, mereka berbondong-bondong membuat akun usaha online pada setiap media sosial yang mereka miliki pun startup belanja online yang dibuat oleh anak muda Indonesia kian membumi.

Mari sejenak kita berandai-andai,  andaikan satu orang masyarakat Indonesia dapat menghabiskan 1.000.000,- dalam sebulan untuk online shopping, pada satu wilayah RT (Rukun Tetangga) yang biasanya memiliki 50 kepala keluarga dengan lima orang anggota keluarga didalamnya, pengeluaran online shopping yang dikeluarkan bisa mencapai 1.250.000.000 (satu milyar dua ratus lima puluh juta) rupiah. Bayangkan berapa bungkus tahu gejrot yang bisa kita beli dengan uang sebanyak itu.

Ribuan mil jaraknya di sisi barat daya Indonesia, disana terletak Palestina, negeri yang Allah swt. sebut berulang kali di Al Qur’an. Negeri yang khas dengan Disana, jangankan untuk belanja online, perkara besok mereka masih selamat dari terjangan senjata Israel atau tidak, belum bisa mereka pastikan.


Andaikan, uang sebanyak itu kita donasikan ke Palestina, berapa rakyat yang kira-kira akan terbantu, berapa rumah, kebutuhan sandang dan pangan yang akan terpenuhi, berapa banyak anak-anak yang akan tersenyum.

Palestina mengajarkan kita untuk tetap kuat, online shopping mengajarkan kita tentang kemudahan. Pernahkah terpikir oleh kita bahwa bukan kemudahan yang membuat kuat, kesulitan dan penderitaan pangkal kekuatan. Ujian yang datang bertubi-tubi hikmahnya memunculkan kekuatan.

Dari Palestina sepatutnya kita merasa malu, mudahnya uang keluar untuk online shopping yang sebenarnya tidak perlu-perlu amat, namun sebegitu pelitnya untuk berdonasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *