Musim Dingin di Negara Konflik (1)

By | 09/01/2017

Memasuki awal tahun, sejumlah daerah di dunia saat ini sedang memasuki fase musim dingin. Musim dingin yang terjadi pada negara-negara beriklim sub-tropis tersebut, Januari ini sedang berada pada titik ekstrim. Suhu paling rendah yang mereka rasakan bahkan bisa melampaui -7 derajat celcius. Negara-negara di benua Eropa, Timur Tengah, Asia Timur serta Amerika mau tidak mau harus menghadapi rasa dingin yang menggigit tulang, keadaan yang sulit dibayangkan bagi kita penduduk negara tropis.

Musim dingin yang hadir tidak pernah pilih kasih. ‘Dia’ tidak peduli bagaimana kondisi negara yang dilaluinya, dari negara paling kaya hingga paling miskin dapat dipastikan tersambangi. Hal dasar yang membedakan setiap negara dalam menghadapi muslim dingin adalah masalah persiapan. Persiapan yang dibutuhkan untuk musim dingin memang tidak membutuhkan biaya sedikit, pakaian tebal layak pakai, rumah dengan sistem penghangat yang baik didalamnya, kendaraan memadai, bahan makanan serta kebutuhan penunjang lain bukanlah persiapan yang minim biaya.

foto anak suriahMari kita tengok kondisi negara-negara konflik yang mayoritas berada di Timur Tengah seperti Palestina, Suriah, Yaman, Afghanistan dan lainnya. Menghadapi musim dingin kali ini, mereka belum terlepas dari kenelangsaan pasca konflik yang terjadi, tidak tersedianya kebutuhan mumpuni dalam dingin yang mencekik dikhawatirkan akan memakan korban jiwa.

Aleppo, salah satu kota di Suriah yang baru-baru ini terkena serangan bom yang menghancurkan ratusan rumah dan membunuh ratusan ribu nyawa tidak bersalah pun tak luput dari terjangan suhu rendah musim dingin. Kamp-kamp tempat penampungan pengungsi seperti di Reyhanli (perbatasan Turki-Suriah) dan kamp Andanalioglu sangat membutuhkan bantuan berupa peralatan musim dingin seperti selimut, pakaian tebal hingga penghangat.

Tim ACT #SOSSyriaXI musim dingin ini berhasil menyalurkan ratusan paket pangan untuk mereka. Gelak senyum dan rona bahagia terpancar dari para pengungsi ketika kami mengantarkan paket-paket tersebut.

(bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *