Ajarkan Anak Berpuasa, Jaga Asupan Gizi si Kecil

By | 15/06/2016

anak berpuasa

Puasa Ramadhan tahun 1437 H sudah mulai memasuki hari-hari di pekan kedua. Walau masih menyisakan 3 pekan lagi menuju Hari Kemenangan, biasanya anak-anak yang ikut berpuasa tetap terlihat semangat menyelesaikan tantangan menjalankan ibadah puasa bersama orang tua sampai azan maghrib berkumandang. Mengajarkan anak berpuasa memang tak ada yang salah, justru kebiasaan baik ini harus dibiasakan dan diajarkan sejak dini. Agar nanti jika sudah masuk waktu balighnya, si kecil mampu menjalankan perintah wajib untuk berpuasa Ramadhan.

Lantas apa saja strategi yang harus diperhatikan untuk menjaga kebiasaan berpuasa Ramadhan bagi si kecil? Satu hal yang paling penting adalah pastikan bahwa asupan gizinya tetap terjaga sepanjang 13 jam tidak makan dan tidak minum di siang hari sampai maghrib tiba.

Hal ini pun dibenarkan oleh Ahli gizi anak Universitas Indonesia Jakarta Saptawati Bardosono yang mengatakan bahwa dalam kajian medis memang tak ada yang melarang anak kecil ikut berpuasa. Namun asupan gizi tetap harus terjaga dan memperhatikan menu makan bergizi lengkap untuk sahur dan berbuka si kecil.

Walaupun begitu, tidak ada yang perlu dibedakan terkait dengan menu yang harus disantap oleh anak-anak selama bulan Ramadhan. Ikut berpuasa atau tidak, menu makan bagi si kecil tak perlu diubah jadi lebih banyak porsi atau lebih rumit. Cukup perhatikan bahwa asupan cairan dan serat bagi kebutuhan tubuhnya tetap terjaga, hal ini penting untuk menjaga kondisi lambung anak-anak yang cenderung lebih sensitif.

Kemudian, ketika masuk jam berbuka puasa, segera sajikan asupan cairan yang cukup bagi si kecil. Sajikan teh manis dengan gula yang terkontrol lengkap dengan air putih bisa menjadi pilihan menu berbuka puasa untuk anak-anak. Bisa juga dilengkapi dengan menu hidangan pembuka puasa kesukaan si kecil, agar meningkatkan selera makan anak.

Sementara itu, menu di saat sahur sebaiknya hindari menu makan yang sulit dicerna seperti goreng-gorengan atau malah menu bakaran. Setelah membangunkan si anak di waktu sahur, siapkan menu makan sahur yang hangat dan mudah dicerna, sup atau soto yang lembut bisa jadi pilihan menu yang baik.

Pada intinya jika memang si anak yakin sudah siap untuk ikut berpuasa, jangan ditunda atau ditahan lagi. Sebab latihan berpuasa akan membantunya untuk mengenali keinginan dirinya atas segala sesuatu yang diinginkan. Latihan berpuasa sejak dini pun baik bagi kesehatan si kecil. Kuncinya ada di bagaimana orangtua mampu menyiapkan menu hidangan yang menarik dan bergizi cukup bagi si kecil. Menu makanan utama jangan disepelekan gizinya, lengkapi pula dengan cemilan padat gizi setelah berbuka puasa. Si kecil pasti akan tetap bersemangat menyelesaikan puasanya sampai akhir Ramadhan nanti. (cal)

Img: gettyimages

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *