Memasuki Ramadhan Serangan Terjadi Lagi di Aleppo

By | 06/06/2016

serangan-di-aleppo

Serangan terjadi lagi di Aleppo pada Minggu 5/6 2016 kemarin. Genjatan senjata yang dilkukan setelah serangan parah Awal Mei kemarin ternyata tak begitu bisa begitu diharapkan, Aleppo masih mencekam. Saat ini Aleppo menjadi kota paling menderita dengan kondisi rakyatnya yang benar-benar tak berdaya akibat di blokade. Berbagai alasan serangan yang diluncurkan untuk memusnahkan pemberontakan. Kemungkinan yang paling mungkin serangan bertubi-tubi ini berasal dari Rusia dan militer pemerintah.

Serangan brutal tak hanya terjadi sekali atau dua kali rudal saja. Mengutip Telegraph, saksi mata penduduk setempat dan Syrian Observatory for Human Rights merekam ada lebih dari 50 kali serangan di Aleppo sejak 48 jam. Kali ini serangan fatal menyasar wilayah sebelah timur kota, wilayah yang masih dikuasai oleh pihak oposisi.

Sudah menjadi kecaman umum kelakuan keji militer pemerintah Suriah yang membombardir kota semaunya. Aljazeera merilis kabar terbaru sedikitnya 53 jiwa tewas akibat serangan ini, termasuk puluhan anak-anak lugu korban keganasan perang.

Seluruh publik semestinya sudah kekejian rezim yang dengan alasan kuat mereka tetap meluncurkan serangan tak peduli lagi dengan korban yang telah terbunuh akibatnya. Padahal memasuki bulan ramadhan ini gencatan senjata dicanangkan untuk sedikit menghela nafas rakyat yang masih tinggal di Aleppo. Namun justru melancarkan serangan di awal bulan ramadhan.

Entah bagaimana konflik di Suriah ini bisa selesai, warga disana pun sudah psarah dan memilih pergi ke tempat pengungsian-pengungsian untuk mempertahankan nyawa. Kehidupan pengungsi sangat tragis, banyak wanita janda dan anak-anak yatim piatu kehilangan kedua orang tuanya. Fakta itu sanga memilukan dunia yang melihatnya, usaha untuk membantu pun tak mudah karena kawasan perang sangat rawan dimasuki pihak asing.

Hari demi hari, Aleppo berubah menjadi semakin buruk. Kekacauan di sini jauh lebih buruk dari yang diperkirakan. Ledakan dan kematian itu datang setiap hari,” ungkap Bebars Mishal mengutip Telegraph. Mishal adalah salah satu bagian dari brigade White Helmets, sebuah pasukan netral yang bertugas menjaga keamanan warga sipil di Suriah.

Catatan terkini yang berhasil dihimpun, sedikitnya 74 jiwa warga sipil tewas dalam rentetan serangan yang menghantam Aleppo sejak 31 Mei lalu. Faktanya, Aleppo yang sudah porak poranda masih menjadi target. Padahal ribuan jiwa warga sipil masih tertahan dan terjebak di dalam kota. Bantuan yang datang dari luar pun sangat sulit untuk menembus penjagaan militer.

Berbagai NGO di berbagai negara terutama negar-negara Islam tak pantas diam di bulan penuh berkah ini jika tahu saudara disana sampai saat ini masih dalam keadaan mencekam dan menderita. ACT sebagai lembaga kemanusiaan di Indonesia selalu berusaha memberikan bantuan, termasuk di bulan Ramadhan ini, salah satunya adalah paket pangan ramadhan untuk Suriah.

Img:SputnikInt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *