Memahami Keutamaan Bulan Ramadhan

By | 02/06/2016

keutamaan puasa ramadhan

Ramadhan adalah bulan yang spesial bagi semua umat manusia. Puasa adalah salah satu ibadah wajib bagi setiap muslim yang sudah baligh dan mampu secara fisik. Dalam sebuah hadits qudsi Rasullah SAW menyampaikan tentang keutamaan puasa ramadhan yaitu:

Diriwayatkan oleh Bukhari, 1761 dan Muslim, 1946 dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah sallallahu’alai wa sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” Mengapa puasa dikhususkan?

1. Keutamaan puasa yang pahalanya dikhususkan
Tentang pahala khusus ini, Al-Qurtuby rahimahullah berkata, ‘Artinya bahwa amalan-amalan telah terlihat kadar pahalanya untuk manusia. Bahwa ia akan dilipatgandakan dari sepuluh sampai tujuh ratus kali sampai sekehendak Allah kecuali puasa. Maka Allah sendiri yang akan memberi pahala tanpa batasan. Hal ini dikuatkan dari periwayatan Muslim, 1151 dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallalm bersabda:

“Semua amal Bani Adam akan dilipat gandakan kebaikan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jallah berfirman, ‘Kecuali puasa, maka ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya.” (HR Muslim )

Berkaitan dengan pahala yang tanpa batas dijelaskan dalam Al Qur’an

Yakni Aku akan memberikan pahala yang banyak tanpa menentukan kadarnya. Hal ini seperti firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

2. Puasa adalah perisai
Tujuan puasa adalah untuk membentengi diri atau pelindung dari perbuatan dosa. Dengan berpuasa kita diajari untuk menahan diri. Seperti yang disampaikan, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Puasa itu adalah perisai. Oleh karena itu, jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah dia berkata-kata kotor dan tidak juga berlaku bodoh. Jika ada orang yang memerangi atau mencacinya, maka hendaklah dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’ (sebanyak dua kali). Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah Ta’ala daripada aroma minyak kesturi, di mana dia meninggalkan makanan, minuman, dan nafsu syahwatnya karena Aku (Allah). Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala karenanya dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR: Bukhari dan Muslim)

Baca Juga :

3. Keutamaan bulan ramadhan untuk meningkatkan taqwa
Penjelasan tentang bertaqwa telah banyak difirmankan dalam ayat-ayat Al Qur’an, supaya manusia menjalankan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Taqwa adalah kewajiban sebagai tanda ketaqwaan kepada Allah, setiap jiwa setelah mempunyai iman kemudian dilanjutkan dengan taqwa. Dengan ketaqwaan kita telah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Nya.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (QS. Ali Imron: 102)

Img: ervakurniawan.files.wordpress

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *