Begini Kondisi Listrik di Gaza Palestina: Pembangkit Tenaga Surya Jadi Solusi

By | 11/04/2016

kondisi listrik gaya

Gaza Palestina, selama sekian dekade warga Gaza mau tak mau harus menerima tindakan semena-mena yang terus dilakukan oleh tentara Israel untuk menyudutkan Gaza sampai titik jenuhnya. Apalagi sekian tahun belakangan ini, blokade tentara Israel di Gaza Palestina telah membuat segala kerumitan hidup muncul di Gaza.

Jangan bayangkan Gaza akan menjadi kota yang nyaman bagi warga Palestina. Blokade dari tentara Israel di seluruh sudut Gaza telah membuat kota ini terpencil, terkucil, dikendalikan seluruhnya oleh Israel. Tak ubahnya seperti penjara raksasa terbesar di dunia.

Satu masalah di Gaza yang sudah membelit selama puluhan tahun belakangan terakhir adalah keterbatasan sarana listrik. Keterbatasan yang paling mendesak di Gaza adalah masalah listrik. Tanpa listrik segala urusan ekonomi pun tak bisa berputar. Maka dari itu warga Gaza Palestina harus memutar otak untuk menjamin pasokan listrik tetap stabil walaupun berada di dalam blokade Israel yang tak mungkin ditembus.

Namun, kenyataannya kondisi listrik di Gaza yang memperihatinkan ini tak membuat warga Gaza putus asa. Memutar otak mencari solusi terbaik sudah dilakukan oleh segenap warga Gaza.

Akhirnya kini, ribuan warga Gaza tak lagi mengandalkan pasokan listrik yang dijatah dari Israel. Tak perlu lagi membayar biaya listrik kepada pemerintah Israel. Sebab, seperti yang dikutip dari CNN, kini warga Gaza mulai banyak yang beralih menggunakan pembangkit listrik tenaga surya. Atau listrik yang disediakan oleh panel surya yang dipasang di luar rumah.

CNN menuliskan, kini panel surya yang menyimpan energi panas dan mengkonversinya menjadi energi listrik sudah banyak digunakan di tempat-tempat umum di Gaza. Listrik di tempat umum terjamin karena pemanfaatna teknologi panel surya. Mulai dari sekolah, rumah sakit, toko, bank atau masjid. Bahkan dengan sedikit modifikasi ukuran panel surya, teknologi listrik dari matahari ini bisa dipasang di balkon-balkon rumah warga Gaza.

Untuk diketahui, sebelum pemanfaatan teknologi panel surya sebagai sumber listrik. Sebagian besar warga Gaza Palestina haru merogoh kocek sampai dengan 18.000 shekels atau Rp 60 juta per tahun untuk bahan bakar generator yang diandalkan saat listrik dimatikan oleh Israel.

Mengapa demikian? sebab pemadaman listrik di Gaza hampir terjadi setiap hari akibat kekurangan daya. Jumlah daya listrik yang diberikan oleh Israel sangat-sangat sedikit. Israel lebih senang melihat warga Gaza bertahan dalam gelap gulita saat malam hari.

Akan tetapi, sejak beberapa bulan belakangan ini di awal tahun 2016 mulai banyak warga Gaza yang secara mandiri memproduksi sumber tenaga listriknya sendiri. Sepaket panel surya untuk banyak rumah sekaligus hanya butuh US$5.000 (Rp65 juta) untuk membeli panel surya.

CNN mencatat, sampai dengan April 2016 ini, Gaza Palestina memiliki tiga sumber listrik utama: sekitar 60 Megawatts adalah cadangan di wilayah itu, kemudian 30MW diimpor dari Mesir, dan yang terbanyak 120MW disuplai oleh Israel. Akan tetapi pasokan listrik dari Israel lebih sering padam karena terbatasnya jumlah pasokan listrik yang boleh masuk ke Gaza. (cal)

Img: ibtimes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *