La Nina Tahun 2016, Indonesia Waspada Banjir dan Longsor

By | 07/09/2016

banjir-longsor

Hujan turun sahari hari mulai mengguyur deras pada akhir Agustus 2016 hingga September, yang mungkin terus masih terjadi. Seperti dikutip dari paparan website Badan Nasional Penanggulangan Bencana bahwa prediksi terjadi La Nina di Indonesia sehinggga waspada banjir dan longsor hingga November 2016. La Nina ditandai dari Suhu Muka Laut yang hangat disekitar perairan Indonesia yang menyebabkan tingginya curah hujan di Sumatera dan Jawa bagian Barat.

Banjir di Jakarta yang digadang-gadang siaga pada Januari-Februari 2016 justru tiba-tiba terjadi pada pekan terakhir bulan Agustus 2016. Banjir di Jakarta memang sudah hal yang lazim terjadi dan masyarakat sadar bagaimana cara penanggulangan saat tiba-tiba trerjadi. Namun masalah terjadi jika terdampak banjir di daerah yang jarang banjir.

Banyak faktor penyebab banjir, pada umumnya disebabkan ulah menusia yang tak peduli dengan drainase tata wilayah. Sedangkan tanah longsor terjadi akibat tekanan ke permukaan tanah yang miring. Bencana keduanya terpicu saat terjadi hujan lebat dalam waktu yang lama.

Fenomena banjir di Bangka, di Riau, Surabaya dan bencana serempak banjir dan longsor di Jawa Tengap pada bulan Juli 2016 lalu menjadi bukti tragis ancapan ikilm La Nina ini. Meningkatnya bencana di Indonesia saat ini. Pada periode ini dari 1/1/2016 hingga 1/9/2016, terdapat 1.495 kejadian bencana di Indonesia yang menyebabkan 257 orang meninggal dunia, 2,86 juta orang menderita dan mengungsi, dan ribuan rumah rusak. Lebih dari 95 persen dari bencana tersebut adalah bencana hidrometeorologi yang dipengaruhi oleh cuaca.

Iklim seperti ini mengulang kejadian pada tahun 2010 dan 2011, pada tahun itu Indonesia mengalami curah hujan di atas normal, hujan lebat dan lebih tinggi daripada curah hujan normal sehingga meningkatkan risiko bencana banjir dan longsor.

Menurut data BNPB dampak bencana pada tahun 2016 sudah melebihi dibanding tahun 2015. Dampak bencana menagalmi 54 persen dari 167 (2015) menjadi 257 (2016). Secara keseluruhan jumlah kerusakan 2016 mengalami peningkatan dibandingkan 2015. Diprediksi dampak bencana 2016 akan terus meningkat hingga akhir tahun nanti.

Musibah bencana yang paling beresiko dalam kondisi cuaca curah hujan tinggi dan tak tentu seperti ini adalah banjir dan longsor. Sehingga dianjurkan untuk semua elemen masyarakat lebih waspada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *