Darurat DBD: Ketika Korban Jiwa Demam Berdarah terus Bertambah

By | 05/02/2016

korban-meninggal-demam-berdarah

Saat musim hujan mencapai puncaknya, imbas terburuk tak hanya berupa ancaman banjir, cuaca ekstrem, angin puting beliung dan tanah longsor saja. Risko yang mengancam kesehatan pun harus mendai prioritas untuk diwaspadai. Seperti yang sudah betul-betul terjadi saat ini, banyak kota-kota di Indonesia mulai melaporkan status Kejadian Luar Biasa demam berdarah.

Ancaman demam berdarah ini bukan omong kosong semata, sebab beberapa daerah di Indonesia sudah ada yang melaporkan korban jiwa akibat demam berdarah terus bertambah setiap harinya.

Seperti yang dikabarkan oleh Kantor Berita Antara, empat warga meninggal dunia setelah diketahui terjangit virus demam berdarah di Sukabumi, Jawa Barat. Kebanyakan korban meninggal yang mengidap demam berdarah di Sukabumi, juga kota-kota lain di Indoenesia disebabkan terlambatnya mengenali gejala penyakit demam berdarah. Jika sudah sangat telat di bawa ke rumah sakit. Gejala demam berdarah memang akan berubah jadi pembunuh yang mematikan.

Selain Sukabumi, kabar terbaru yang dilansir Antara mengatakan ada juga korban meninggal yang terus bertambah akibat demam berdarah di Yogyakarta. Seorang korban meninggal pun dilaporkan di Yogyakarta pada pekan kedua Fenruari ini. Sepanjang bulan Januari tahun 2016 ini, seluruh rumah sakit di Kota Yogyakarta melaporkan ada 68 warga Yogya yang terjangkit virus demam berdarah.

Selain Sukabumi dan Yogyakarta, kota lain yang melaporkan jumlah korban demam berdarah terus bertambah adalah Lombok, Nusa Tenggara Timur. Hingga tulisan ini diturunkan, sudah ada 19 orang pasien demam berdarah yang dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, jumlah keseluruhan korban demam berdarah selaman Januari 2016 di Lombok sudah mencapai angka yang sangat mengkhawairkan. Kepala Dinas Kesehatan NTB Drg Eka Junaidi menyebutkan, jumlah penderita demam berdarah di Lombok selama memasuki periode bulan Januari 2016 sudah mencapai 208 kasus.

Dari jumlah tersebut, kebanyakan persebaran penyakit demam berdarah di Nusa Tenggara Timur tersebar di Kabupaten Lombok Timur dengan 60 kasus, selanjutnya Kota Mataram 53 kasus, Kabupaten Bima 51 kasus, Sumbawa 18 kasu. Kemudian Kabupaten Dompu 8 kasus, Lombok Barat 7 kasus, Lombok Tengah 6 kasus, Lombok Utara 4 kasus dan Kota Bima 2 kasus.

Mengingat kasus demam berdarah yang nampak semakin merebak, masyarakat pun diminta untuk waspada dengan segala kemungkinan terburuk. Menghindari gigitan nyamuk memang sulit untuk dilakukan, namun setidaknya mencegah perkembangbiakan nyamuk di musim hujan adalah cara efektif untuk mencegah demam berdaarah semakin meluas.

Apalagi di antara puncak musim hujan seperti sekarang ini, demam berdarah tak hanya satu-satunya penyakit mematikan yang mengancam di musim hujan . Masih ada ancaman dari beberapa penyakit lain seperti diare, influenza, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) bahkan virus Zika. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *