Ketahui Mitigasi Angin Topan untuk Meminimalisir Kerugian

By | 07/10/2016

dampak angin busan

Angin topan merupakan salah satu bencana alam yang paling merugikan, seperti angin topan Chaba yang menghancurkan Busan Korea dan sekitarnya. dampak yang ditimbulkan oleh angin topan tidak hanya di bidang perhubungan seperti jalur penerbangan, transportrasi laut tetapi juga di bidang telekomunikasi, pertanian, bangunan hingga pariwisata seperti pulau Jeju. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah penanggulangan bencana, berikut adalah Mitigasi Angin Topan.

Salah satu yang sering disosialisasikan oleh Aksi Cepat Tanggap adalah Total Disaster Management, yaitu tindakan yang dilakukan dari a. Sebelum bencana angin topan, Saat bencana angin topan , dan 3 Sesudah Terjadinya Angin Topan.

baca juga perbedaan Angin Topan dan Angin Puting Beliung

1. Kesiapsiagaan Bencana Angin Topan
Bagi masyarakat yang hidup di daerah pesisir yang rawan akan bencana topan, dapat melakukan beberapa tindakan persiapan menghadapi badai dan angin topan diantaranya yaitu;
a) Menyadari risiko dan membuat rencana pengungsian, mengetahui risiko dan cara evakuasi yang cepat dan tepat adalah kunci dari tindakanpersiapan dan pencegahan ini
b) Melakukan latihan dengan menelusuri jalur-jalur evakuasi akan mempercepat dan memudahkan proses pengungsian apabila diperlukan nanti
c) Menguatkan atap rumah dengan mengikat atap dengan baik
d) Mengembangkan rencana tindakan berupa Kapan harus bersiap untuk menghadapi badai dan angin topan?, Apabila diperlukan, berapa lama dibutuhkan untuk mengungsi?, Apakah jalur pengungsian perlu diubah karena terlalu sulit?
e) Menyiapkan kebutuhan yang diperlukan

Pada saat peringatan akan adanya badai angin topan, setiap keluarga perlu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan seperti lilin atau lampu senter dengan persediaan batereinya, dan makanan paling sedikit untuk tiga hari.

2. Saat Terjadinya Angin Topan
Tetap berada di dalam rumah, kecuali apabila dianjurkan untuk mengungsi. Walaupun tidak ada anjuran, masyarakat harus tetap bersiap untuk mengungsi. Apabila dianjurkan untuk tinggal di dalam rumah maka :
a. Semua persediaan sudah disiapkan
b. Jika diperlukan, tinggal di suatu ruangan yang paling aman di dalam rumah
c. Matikan semua sumber api, aliran listrik dan peralatan elektronik
d. Mendengarkan radio agar mengetahui informasi terkini

3. Hindari Banjir
Apabila banjir masuk ke dalam rumah, sebaiknya naik ke tempat yang lebih tinggi. Waspada terhadap pusat angin topan. Pusat badai dan angin topan ini biasanya mencapai radius 30-50 km dan badainya bisa mencapai radius 600 km. ‘Pusat’ badai dapat membawa air yang menyebabkan terjadi banjir di daerah pesisir. Pada saat ‘pusat’ badai ini
lewat, keadaan biasanya lebih tenang dan tidak berawan, namun ini bukan berarti badai telah berlalu. Tetap tinggal di dalam rumah hingga badai benar-benar berlalu (bisa beberapa jam atau hari).
4. Setelah Terjadinya Angin Topan
a. Usahakan untuk tidak segera memasuki wilayah hingga dinyatakan siaga 4 atau aman. Banyak kegiatan berlangsung untuk membenahi daerah yang baru terlanda angin topan. Untuk memperlancar proses ini sebaiknya orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk.
b. Gunakan senter untuk memeriksa kerusakan. Jangan menyalakan aliran listrik sebelum dinyatakan aman. Jauhi kabel-kabel listrik yang terjatuh di tanah. Untuk menghindari kecelakaan, jalan yang terbaik adalah menjauhi kabel-kabel ini.
c. Matikan gas dan aliran listrik. Untuk menghindari kebakaran, apabila tercium bau gas segera matikan aliran gas dan apabila ada kerusakan listrik segera matikan aliran dengan mencabut sekring. Ini hanya boleh dilakukan oleh orang yang benar-benar paham tentang listrik.
d. Pergunakan telepon hanya untuk keadaan darurat. Jaringan telepon akan menjadi sangat sibuk pada saat seperti ini. Kepentingan untuk meminta bantuan harus diutamakan.
e. Mendengarkan radio untuk mengetahui perubahan kondisi.

sumber:portalgaruda.org img:kapanlagi.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *