Bencana Dalam Sunyi

By | 04/04/2017

kelaparan afrika

Kapal Kemanusiaan – Sudah beberapa hari lamanya masyarakat Indonesia diterpa ajakan untuk menolong korban kelapaan di Somalia, Sudan Selatan, Yaman dan Nigeria. Sejauh ini hasilnya tak segempita ajakan merespon bencana lainnya. Maka, artikel ini mencoba mengingatkan yang terabai.

Ya. Apa sih yang mendorong masyarakat berbondong-bondong menolong saudaranya yang diterpa bencana?

Semua riuh menolong korban tsunami di Aceh, gempa di Padang, serangan Israel atas Gaza, serangan yang menimpa masyarakat sipil Suriah, korban longsor Banjarnegara atau banjir Garut yang bahkan jumlah rombongan bantuannya lebih besar dibanding yang ditolong. Tak lain karena bencananya “bersuara”, bergemuruh, ada tangis dan kepiluan. Bom, gemuruh gelombang besar dari laut, longsornya bukit, atau merekahnya tanah.

Media massa pun tertarik mengeksplorasi “habis-habisan”, karena faktor kemudahan akses peliputan. Maka, terasa tak adil, bencana di Bima – Nusa Tenggara Barat yang tak kalah heboh, terabai dan bantuan yang mengalir tak seberapa dibanding bencana lain yang lebih kecil tapi memperoleh peliputan lebih intens. Kesunyian, memang lebih mematikan, lebih berbahaya efek lanjutnya pada skala bencana tertentu dibanding yang “bersuara”atau disuarakan.

Nasib malang memagut penyandang bencana kelaparan. Kelaparan itu bencana dalam sunyi.

Kendati puluhan juta telah tewas perlahan-lahan, sudah pasti penderitaannya juga panjang, tak seberapa menggigit.
Kelaparan seperti kurang greget, sehingga perlu stimulan faktual yang lebih “bersuara”.
Padahal, sungguh, kelaparan ibarat menanti kematian di depan mata, potensi berpisah nyawa dari raga, dimulai dari kelangkaan pangan dan air. Penderitaan penyandang kelaparan, begitu dahsyat.
Orang yang dilibas konflik, belum tentu kelaparan. Tapi yang kelaparan, sebuah kepastian: derita panjang tanpa suara.
Maka masuk akal, semoga, ajakan kami menghadirkan program “Kapal Kemanusiaan” untuk segera bertolak ke negeri-negeri yang dipapar kelaparan, menjadi pembangun kepedulian Indonesia.
Kapal Kemanusiaan

Arungi Afrika dan Timur Tengah, Kapal Kemanusiaan akan Jangkau 4 Negara

Ada puluhan juta jiwa, sebagian besar diantaranya anak-anak, yang menuju kematian jika tak segera dibantu.
Mari bangunkan jiwa, kelaparan meski adanya di alam sunyi, sejatinya ia teramat nyaring di langit, dan di batin nurani kemanusiaan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *