Jokowi: Kasus Kekerasan Anak di Indonesia Masuk Kategori Darurat

By | 22/01/2016
anak Indonesia

sumber: voaindonesia

Seberapa jauh Anda sebagai orangtua anak-anak di Indonesia memahami masalah pelik tentang bahaya kekerasan pada anak? Jika ditelusuri lebih jauh, budaya masyarakat Indonesia yang santun dan beradab serta menghindari penyelesaian konflik dengan kekerasan nampaknya semakin memudar. Hal ini bisa dilihat langsung dari betapa banyak dan berderetnya kasus kriminal di negeri ini yang terjadi diawali dengan kekerasan fisik.

Parahnya lagi, kasus kekerasan itu menyasar kepada anak-anak dan dilakukan oleh orangtuanya sendiri! Bahkan dilansir dari laman CNN Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan sesungguhnya kasus kekerasan pada anak di Indonesia sedang berada pada kondisi darurat. Jokowi mengistilahkannya dengan fenomena gunung es. Menurut pandangan Presiden, kasus kekerasan anak di Indonesia baik itu kekerasan dalam bentuk seksual, kekerasan fisik, maupun kekerasan psikis nampak seperti fenomena gunung es di permukaan. Hanya terlihat di permukaan saja, padahal sesungguhnya ada banyak kasus kekerasan pada anak yang tak dilaporkan ke pihak berwajib untuk dicegah dan ditindak pelakunya.

Melihat darurat kasus kekerasan pada anak ini, Presiden Jokowi sampai mengadakan rapat terbatas yang secara khusus membahas pencegahan tindak kekerasan dan penindasan pada anak-anak Indonesia.

Menurut catatan yang dirilis oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sejak tahun 2011 hingga tahun 2014 kemarin, pengaduan terhadap kasus kekerasan pada anak (bullying) jumlahnya mencapai 369 kali. Termasuk kasus kekerasan pada Engeline di Bali yang sempat membuat heboh dan geram masyarakat Indonesia. Engeline gadis cantik berumur 8 tahun yang diketahui disiksa dan dibunuh oleh orangtua angkatnya sendiri.

Dari 369 lebih jumlah kekerasan anak yang dilaporkan ke KPAI dan diteruskan ke kepolisian, Presiden Jokowi yakin bahwa sesungguhnya jumlah kasus kekerasan anak jauh lebih besar lagi. Sebab kebanyakan pelaku kekerasan pada anak adalah orangtua mereka sendiri.

Untuk mengatasi darurat kekerasan pada anak di Indonesia ini, Presiden Jokowi meminta sebuah solusi yang konkret. Menurut Presiden, kunci mencegah kekerasan pada anak ada pada upaya untuk memberikan edukasi pada masyarakat, terutama guru-guru di sekolah, orangtua asuh, dan anak-anak itu sendiri.

Kekerasan yang sering dialami menjadi masalah besar berbahaya pada perkembangan anak di masa depan. Salah satu upaya adalah sekolah, sebagai institusi terbaik untuk menguatkan kampanye anti bullying atau anti kekerasan anak. Sekolah harus berperan untuk pencegahan, pemantauan, dan pengawasan.

Selain itu, Jokowi pun menegaskan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menguatkan kembali fungsinya sebagai pemantau dan penyaring siaran televisi di Indonesia yang cenderung menayangkan kasus kekerasan pada anak.  (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *