Ini Fungsi Pohon dan Hutan Pencegah Bencana

By | 10/06/2015

manfaat-pohon

Pernah mengetahui faktor utama yang meningkatkan peluang terjadinya bencana tanah longsor ataupun pemanasan global? Dilihat dari faktanya, kerusakan lingkungan yang berwujud pada makin minimnya jumlah pohon dan hutan sebagai paru-paru dunia adalah penyebab utama mengapa Bumi ini makin hari semakin rusak dan tak terkendali.

Bencana melanda tanpa peringatan, alam pun “marah” akibat sifat dan perangai buruk dari Manusia yang tetap serakah dengan menyerobot lahan-lahan tempat hutan dan pohon, dan kemudian mengkonversikannya menjadi pundi pundi uang.

Pohon adalah tumbuhan yang memiliki batang utama dan cabang yang berbentuk kayu. Kayu terbentuk oleh susunan jaringan pembuluh kayu (xylem) dan jaringan pembuluh tapis (floem). Lapisan Kambium yang berada di antara kedua jaringan jaringan pohon ini adalah pemicu yang membuat pohon bertambah besar diameternya. Batang utama pohon berbentuk tegak dan menopang tajuk atau rangkaian dari cabang pohon.

Jika dideretkan satu persatu, akan banyak sekali terdata manfaat pohon bagi kelangsungan hidup Bumi dan makhluk hidup lain seisinya. Pohon adalah pengikat struktur tanah yang lemah, mencegah dataran tinggi dari ancaman bencana longsor, hutan lebat adalah paru-paru bumi yang menyerap secara konsisten karbon dioksida dari atmosfer, mencegah Bumi dari ancaman pemanasan global.

Menanam pohon adalah satu bentuk pekerjaan baik untuk menyelamatkan nyawa manusia. Mengapa demikian? Hasil studi dari US Forestry Service menyebutkan bahwa pohon yang tumbuh di daerah perkotaan mampu menghilangkan 4.7 metrik ton bahan partikel halus di udara yang sama dengan penurunan kematian manusia dari 1 per 135 juta orang di wilayah Kota San Fransisco.

Satu pohon yang tumbuh rindang di Bumi ini pun mampu menyerap sebanyak 48 pon karbon dioksida pertahun, dan mampu sebuah pohon besar mampu menyediakan pasokan 1 hari penuh oksigen bersih dari polutan kepada 4 orang manusia.

Rangkaian Pohon di antara hutan rimba pun faktanya merupakan rumah bagi lebih dari 80 spesies satwa liar seperti burung, monyet, tupai, orang utan, dan hewan lainnya. Rainforest Action Network menyebutkan hasil risetnya bahwa rata-rata 50 juta spesies invertebrata ditemukan menggantungkan hidupnya di hutan-hutan hujan yang tersebar di seluruh dunia.

Nyata sudah beragam manfaat pohon bagi kelangsung hidup makhluk hidup di bumi. Penebangan pohon dan pembakaran hutan untuk membuka lahan secara beringas hanya demi sekantong rupiah adalah sesuatu yang tak bisa dimaafkan. Jutaan hektare kawasan hutan Indonesia nyatanya memang semakin hari semakin menyusut akibat keserakahan manusia. Pantas jika kemudian rentetan bencana alam mematikan datang tiba-tiba.

Kelestarian alam dan hutan adalah tanggung jawab bersama, Tuhan menciptakan Pohon dan merangkainya menjadi hutan alami bukan tanpa alasan. Keseimbangan alam harus tetap dijaga demi mengkondisikan bumi yang makin rapuh ini tetap nyaman untuk ditinggali. (ijl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *