Ini Esensi dan Makna dari Shaum Ramadhan

By | 19/06/2015

Esensi-Puasa-Ramadhan

Ramadhan sudah berada di hari kedua. Bagaimana shaum atau puasa Anda di hari kemarin? Mungkin bagi sebagian besar umat muslim di dunia, shaum hari pertama adalah shaum yang paling ringan. Mengapa demikian? Bisa jadi karena shaum di hari pertama biasanya adalah shaum dengan keikhlasan tertinggi. Puasa yang dijalankan di hari-hari awal ramadhan masih dalam koridor semangat menyambut ramadhan. Belum terdistorsi oleh godaan serta hawa nafsu yang lolos dari kontrol.

Padahal shaum ramadhan adalah ibadah yang bernilai tinggi di mata Allah. Shaum ramadhan adalah penghapus dosa-dosa di masa lalu. Shaum menjadi titik tertinggi bagaimana entitas umat manusia mampu memenangkan jihadnya, jihad terhadap musuh terbesar yang nyatanya berada di dalam diri sendiri, yaitu musuh berwujud hawa nafsu. Membiarkan kualitas puasa kita naik dan turun selama ramadhan adalah kerugian yang besar.

Dari Abu Hurairah RA pernah berkata, Nabi SAW bersabda bahwa “Setiap amal Anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat kebaikannya menjadi sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Namun Allah berfirman: Kecuali shaum, ibadah shaum itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan memperhtungkannya” (HR. Muslim).

Begitu tingginya kah posisi ibadah shaum di mata Allah? sampai-sampai Allah menegaskan bahwa ibadah shaum itu khusus untuk-Ku? Bukankah semua ibadah yang dilakukan umat Rasulullah di muka Bumi adalah semata-mata karena mengharap keridhaan Allah semata? Kenyataan tersebut memang benar demikian, namun jika dilogikakan, bermacam ibadah shalat wajib, shalat sunnah, berzakat, menunaikan haji, dan bersedakah bisa saja terselip kepentingan lain, motif lain yang entah mengapa dan kenapa akan menjadi penggerak untuk melakukan kebaikan tersebut.

Berbeda halnya dengan shaum ramadhan. Allah akan menghitung langsung pahala kebaikannya langsung berdasar pada kualitas ibadah shaum seseorang. Karena memang sangat kecil kemungkinannya sesorang itu shaum bukan karena Allah SWT. Coba dipikirkan lagi, adakah motif lain yang mungkin bisa timbul dalam menjalankan keikhlasan shaum selain mengharap keridhaan Allah?

Sesorang yang mampu mencapai dan menemukan esensi atau hakikat shaum ramadhan sesungguhnya akan mendapat sekaligus dua kenikmatan hakiki. Kenikmatan pertama adalah kenikmatan luar biasa yang akan didapat orang berpuasa ketika berbuka. Menjelang senja, dan kemudian adzan maghrib berkumandang, disitulah momen puncak kebahagiaan orang yang berpuasa.

Sedangkan kebahagiaan kedua adalah setiap muslim yang mampu mencapai keikhlasan tertinggi dalam ibadah puasa maka ganjarannya adalah janji Allah untuk dapat berjumpa langsung dengan-Nya di Akhirat kelak.

Kehormatan tertinggi langsung dari Allah akan didapatkan bagi setiap muslim yang berpuasa ramadhan. Bahkan hingga bau mulut orang yang berpuasa saja akan bernilai layaknya wangi minyak kasturi di mata Allah SWT. Hal ini membuktikan bahwa segala aspek kehidupan orang yang ikhlas dan istiqomah menjalankan puasanya, mulai dari ucapan, sikap, perilaku, hingga rezeki akan bernilai keberkahan di mata Allah SWT.

Semoga ibadah puasa atau shaum kita di ramadhan tahun ini tetap berjalan sesuai dengan kadar keikhlasan dan istiqomah tertinggi. Sehingga bisa mengantarkan kita memenuhi aspek-aspek ketakwaan paling sempurna sesuai yang dikehendakiNya. Aamin! (CAL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *