Ini Beragam Godaan Terbesar di 10 hari Terakhir Ramadhan

By | 10/07/2015

Godaan-di-Terakhir-Ramadhan

Ramadhan menjadi bulan istimewa di antara 11 bulan lainnya di kalender Hijriah. Ramadhan adalah keutamaan waktu dari seluruh fase kebaikan. Pahala yang dijanjikan Allah di bulan Ramadhan akan bernilai berlipat-lipat ganda dibandingkan waktu lainnya. Terlebih jika sudah memasuki fase 10 hari terakhir menjelang berakhirnya ramadhan. Momentum sejak hari ke 21 hingga hari terakhir ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Karena di 10 malam terakhir ini terutama di malam-malam yang ganjil terdapat keberkahan dan keutamaan yang lebih baik dari 1000 bulan. Malam ganjil di 10 hari terakhir menjelang usainya ramadhan ini seringkali dikenal sebagai malam Lailatul Qadar.

Namun sayangnya, seringkali banyak sekali kaum muslim di seluruh dunia yang kemudian lalai akan keutamaan malam lailatul qadar ini. Padahal keutamaan dan keberkahannya sudah jelas tercantum dalam rangkaian surat Al-Qadar dalam Al-Quran. Justru ibadah yang harusnya makin menguat di malam 10 hari menjelang usainya ramadhan ini terpaksa digadaikan dengan alasan kesibukan menyiapkan lebaran. Ladang pahala yang terhampar selama 10 hari dibiarkan berlalu begitu saja. Berikut adalah beberapa bentuk godaan terbesar yang seringkali menjadi pengacau konsentrasi beribadah di malam lailatul qadar:

  1. Rasa malas

Ramadhan adalah rutinitas sebulan penuh. Dase ramadhan dapat dibagi menjadi tiga, Fase 10 hari pertama, 10 hari kedua, dan yang paling utama fase 10 hari terakhir. Faktanya, rasa malas yang melemahkan semua tubuh ini akan datang di sekitar fase 10 hari kedua. Biasanya di hitungan hari ke 11 hingga ke 20, grafik beribadah dan berbuat kebaikan akan menurun. Hingga mencapai titik klimaksnya justru di malam paling utama 10 hari terakhir. Rasa malas makin lama makin menumpuk dan mencapai titik terendah

  1. Terlalu banyak kumpul-kumpul bersama teman

Sepuluh hari terakhir biasanya aktivitas pekerjaan dan belajar sudah memasuki fase libur. Lalu, Fase 10 hari terakhir ini justru kita makin disibukkan oleh jadwal berkumpul bersama teman atau saudara dalam acara buka puasa bersama, atau santap malam bersama. Jika berkumpul dengan maksud mencapai satu tujuan atau keberkahan dengan mengaji bareng dan shalat berjamaah jelas tak akan merugi, tapi apabila momen berkumpul hanya menciptakan kelalaian dan penundaan ibadah, maka sebaikanya kurangi kegiatan tersebut. Perbanyak menjalin hubungan dengan Allah SWT.

  1. Belanja kebutuhan lebaran

Kegiatan ini yang biasanya paling sering mengganggu konsentrasi dan merusak niat ibadah di 10 hari terakhir ramadhan. Menjelang idul fitri memang kebutuhan sandang dan pangan akan meningkat drastis. Diskon bertebaran, rezeki pun berlimpah usai mendapat Tunjangan Hari Raya. Alhasil bukan masjid yang diserbu orang-orang beribadah, tapi pusat belanja, gerai baju, toko kue, dan tempat berputarnya uang lain yang justru menjadi lokasi berkumpulnya umat muslim.

  1. Budaya Mudik

Tak bisa dipungkiri, budaya mudik sudah menjadi kewajiban rutin yang tak akan bisa dilepaskan dari rutinitas lebaran di Indonesia. Tak ada yang salah memang, mudik adalah menyambung silaturahmi dengan keluarga di tanah kelahiran. Mudik adalah momen menyatukan kebersamaan dalam bahagia idul fitri. Namun masalahnya seringkali aktivitas mudik ini berlangsung di malam 10 hari terakhir ramadhan. Sebaiknya jika sudah selesai dengan semua urusan perjalanan mudik, dan sudah tiba di kampung halaman, jangan lupakan amalan baik seperti itikaf, qiyamul lail, tilawah, sedekah dll untuk memetik berkah lailatul qadar.

Itulah sebagian kecil dari godaan godaan yang mampu meluluhkan niat dan iman dalam memetik keberkahan 10 hari terakhir ramadhan. Semoga kita bisa tetap istiqomah berlomba-lomba mencapai kebaikan terabaik lailatul qadar. Aamiin

(CAL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *