Gempa Alor 2016: Bukti Potensi Gempa di NTT Masih Tinggi

By | 20/04/2016

gempa Alor

Gempa Alor pada April 2016 menjadi satu dari sekian banyak gempa bumi yang terjadi berturut-turut di atas jalur pertemuan lempeng dunia. Setelah gempa Jepang dan gempa Ekuador yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan, gempa lain dikabarkan juga mengguncang Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Alor memberikan konfirmasinya kepada Kantor Berita Antara, hingga hari ini BPBD Alor masih melakukan pendataan seberapa parah kerusakan yang ditimbulkan akibat guncangan gempa Alor, April 2016 ini.

Menurut rekaman seismograf milik BMKG, gempa Alor mengguncang merata terasa di seluruh wilayah Kepulauan Alor pada Minggu, 17 April 2016 kemarin pukul 20.56 WITA. Gempa dengan kekuatan 4,5 Skala Richter ini berguncang kuat membangunkan sebagian besar warga Alor yang sedang bersiap tertidur.

Diketahui lebih detail, pusat gempa Alor atau titik episentrum gempanya berada sekitar 22 Km sebelah barat daya dari Kalabahi, Kabupaten Alor. Kedalaman gempanya berada di level medium sekitar 57 km dari permukaan. Jika dikonversi ke skala mercalli atau besaran guncangan gempa, gempa Alor April 2016 ini mencapai intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity).

Durasi gempa 4,5 Skala Richter ini terasa sekitar tiga sampai lima detik. Laporan dari BPBD Alor, sebagian besar warga Kalabahi langsung berlarian panik keluar dari rumah masing-masing. Kebanyakan warga Alor trauma karena sebelumya beberapa waktu lalu, gempa Alor pernah mengguncang lebih kuat dari gempa bulan April 2016 ini.

Sekadar pengingat, gempa dengan kekuatan belasan kali lipat lebih kuat dari gempa April 2016 ini pernah membuat kepanikan massal di Alor sekitar bulan November 2015 lalu. Kala itu, gempa Alor berguncang hebat mencapai intensitas kekuatan 6,2 Skala Richter. Akibat dari kuatnya gempa Alor November 2015 silam, ratusan infrastruktur bangunan hancur dan rubuh.

Melihat perulangan gempa Alor yang terjadi bulan April 2016 ini, BPBD Alor melihat bahwa potensi gempa di sekitar kepulauan Nusa Tenggara Timur termasuk Alor masih cukup besar. Apalagi ditilik dari penilaian geologisnya, Kabupaten Alor termasuk sebagian besar Nusa Tenggara Timur berada tepat di atas garis subduksi atau pertemuan dua lempeng besar, yakni lempeng Eurasia dan lempeng Hindia Australia.

Selama ini, ribuan masyarakat Kepulauan Sumba, Kepulauan Timor, dan Alor Nusa Tenggara Timur memang hidup dalam risiko potensi gempa bumi. Bahkan Surono, Kepala Badan Geologi Nasional pernah mengungkapkan bahwa NTT memiliki potensi bencana yang lengkap dari mulai letusan gunung api, gempa bumi, tsunami, hingga tanah longsor atau gerakan tanah. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *