El Nino Penyebab Suhu Panas dan Kekeringan di Asia

By | 13/05/2016

bencana kekeringan

Setelah melewati musim hujan yang deras dan menjadi pemicu banjir, kini banyak negara-negara di Asia tak terkecuali Indonesia sedang berada dalam ancaman masuknya musim kemarau panjang dan suhu panas yang luar biasa. Seperti apa yang terjadi di tahun lalu, musim kemarau panjang dan suhu panas diperkirakan akan kembali menerjang banyak kawasan Asia sepanjang sisa tahun 2016 ini. Apa yang menjadi pemicunya?

Mengutip dari CNN, bencana kekeringan, kekurangan air dan cuaca panas ekstrem di Indonesia dan banyak negara Asia lainnya sepanjang tahun 2016 ini akan dipicu kembali oleh munculnya gejala El Nino. Fenomena serupa dengan tahun kemarin, El Nino di tahun 2016 diperkirakan masih tetap akan bertahan dan muncul kembali.

Selama beberapa pekan terakhir, ternyata suhu panas yang mencekam dilaporkan sudah menerjang banyak lokasi di Asia Tenggara. Misalnya saja, secara berturut-turut, Thailand, Laos dan Kamboja mengalami titik suhu panas paling tinggi selama satu dekade terakhir. Suhu rata-rata di Thailand, Laos, dan Kamboja selama beberapa hari terakhir bahkan mencapai 44,6 derajat celcius. Sementara itu, suhu panas yang kering-kerontang pun sudah mendera beberapa kawasan di Malaysia. Banyak danau dan pertanian warga di Malaysia bagian pesisir mengalami kekeringan.

Suhu panas dan kekeringan di banyak lokasi di Asia ini dikhawatirkan akan bertahan lama, apalagi perkiraan awal musim hujan lagi baru akan muncul sekitar akhir tahun 2016 mendatang. Imbasnya, bencana kekeringan dan suhu panas ini akan berdampak pada urusan pendidikan dan pertanian warga.

Mengapa pendidikan? Selama suhu panas menerjang drastis, maka kebanyakan negara di Asia Tenggara akan mengambil keputusan untuk menutup sekolah untuk sementara waktu, demi menjaga kesehatan siswa didiknya.

Bahkan, laporan terbaru dari bencana kekeringan yang menerjang Kamboja sudah mulai menimbulkan banyak penyakit. CNN melaporkan, di sebuah Provinsi bernama Kampong Chhnang, bencana kekeringan di pertengahan tahun 2016 ini sudah mulai tampak. Penyakit ini kebanyakan menerjang anak-anak karena banyak siswa yang menggunakan air tergenang untuk keperluan sanitasi atau minum. Mereka menderita penyakit kulit dan diare akibat sanitasi yang tidak terjaga. Imbasnya, Pemerintah Kamboja akhirnya mengurangi jam sekolah selama perkiraan cuaca menunjukkan derajat panas yang ekstrem.

Bahkan kondisi lebih buruk lagi dilaporkan terjadi di Vietnam, di Sungai Mekong, sungai terpanjang di Asia Tenggara, volume air menyusut ke rekor terendah. Pemerintah Vietnam melaporkan, volume air Mekong terendah sejak tahun 1926.

Kemudian, suhu panas di Singapura juga sudah berimbas banyak ke warga. Dilaporkan, harga sayuran di Singapura naik 40 persen akibat hasil panen sayuran yang diimpor dari Malaysia menurun karena kekeringan. Mengutip dari media Straits Times, Suhu harian di Singapura mencapai 30,6 derajat Celcius pada April lalu.

Bagaimana dengan Indonesia? Sementara hari ini Indonesia masih berada dalam gejala pancaroba. Perpindahan musim dari musim hujan ke musim kemarau sedang berjalan. Tinggal menunggu waktu sampai kekeringan parah menerjang kembali seperti tahun lalu. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *