Doa Memotong atau Menyembelih Hewan Qurban

By | 14/08/2017

Allah mensyariatkan bahwa islam adalah agama yang rahmatan lil’alamin , agama yang membawa rahmat bagi semesta alam. Dalam mengatur hidup manusia, islam mengatur segala tata cara dari bangun tidur hingga kembali tidur. Tak ada satu pun aktivitas yang tidak diatur pengerjaannya dalam islam. Menyambut hari raya qurban yang semakin dekat, tahukah Anda bahwa di sunnahkan untuk melafalkan doa memotong atau menyembelih hewan qurban ?

Penyembelihan atau pemotongan hewan qurban telah di syariatkan semenjak peristiwa heroik dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail ‘Alaihisalam tentang seruan Allah Subhanahu Wata’ala tentang ibadah qurban. Adapun tata cara proses pemotongan hewan qurban yang disyariatkan adalah sebagai berikut :

1. Hewan dihadapkan ke kiblat sewaktu menyembelih

2. Menyembelih dengan cara yang baik, yakni menggunakan alat yang tajam dan dilewatkan pada bagian tubuh yang akan disembelih
dengan kuat dan dengan cepat.

Sebagian ulama mengatakan bahwa adab ini hukumnya wajib berdasarkan hadits Nabi:
“Sungguh Allah telah mewajibkan bersikap ihsan (berbuat baik) terhadap segala sesuatu. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah satu kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan sembelihannya!” (HR. Muslim)

3. Melakukan nahr untuk onta dan menyembelih (dzabh) untuk hewan yang lain. Onta dinahr dalam keadaan berdiri dan kaki depannya yang sebelah kiri dalam kondisi terikat. Jika tidak memungkinkan maka nahr dilakukan pada saat onta dalam posisi menderum.

4. Hewan selain onta disembelih dalam posisi lambung hewan sebelah kiri berada di bawah. Jika penyembelih kesulitan bekerja dengan tangannya dalam posisi seperti itu maka penyembelihan dilakukan dalam posisi lambung kanan hewan berada di bawah, dengan catatan posisi ini lebih menyenangkan hewan qurban dan lebih mudah bagi penyembelih.

5. Memutus tenggorokan dan kerongkongan di samping memutus dua pembuluh darah besar di leher.

6. Tidak menampakkan pisau kepada hewan pada saat mengasah. Hewan tersebut seharusnya hanya melihat pisau pada saat menyembelih.

7. Bertakbir setelah membaca bismillah.

Janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. (QS. Al-An’am: 121)

8. Setelah membaca bismillah dan bertakbir kemudian menyebutkan nama orang yang menjadi tujuan qurban atau akikah dan berdoa kepada Allah semoga menerima ibadah tersebut.

Untuk mengawali proses penyembelihan hewan qurban, berikut adalah doa yang di anjurkan saat menyembelih qurban :

أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ, يَطَأُ فِي سَوَادٍ, وَيَبْرُكُ فِي سَوَادٍ, وَيَنْظُرُ فِي سَوَادٍ; لِيُضَحِّيَ بِهِ, فَقَالَ: “اِشْحَذِي اَلْمُدْيَةَ” , ثُمَّ أَخَذَهَا, فَأَضْجَعَهُ, ثُمَّ ذَبَحَهُ, وَقَالَ: “بِسْمِ اَللَّهِ, اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ, وَمِنْ أُمّةِ مُحَمَّدٍ” –

Nabi pernah memerintahkan agar diambilkan gibas (domba jantan) bertanduk, kuku dan perutnya hitam dan sekeliling matanya hitam. Lalu gibas tersebut dibawa ke hadapan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dijadikan kurban. Beliau pun bersabda, “Asahlah dengan batu pengasah.” Kemudian ‘Aisyah mengasahnya dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaringkan hewan tersebut lalu menyembelihnya. Saat menyembelih, beliau mengucapkan, “Bismillah, Allahumma taqobbal min Muhammad wa aali Muhammad, wa min ummati Muhammad (Artinya: dengan menyebut nama Allah, Ya Allah terimalah kurban ini dari Muhammad, keluarga Muhammad dan umat Muhammad).” (HR. Muslim no. 1967)

Bagi sahabat yang berkesempatan untuk mengikuti prosesi penyembelihan hewan qurban, jangan lupa untuk mengamalkan sunnah-sunnah ini 🙂

Sumber : rumaysho.com

IMG: nu.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *