Berapa Dana yang Dibutuhkan Untuk Membangun Kembali Sekolah Anak di Palestina?

By | 07/05/2016

sekolah palestina

Sampai dengan hari ini, krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina masih tetap butuh perhatian mendalam. Selama sekian dekade, kebahagiaan bagi warga Palestina adalah merdeka sebagai negara yang berdaulat, mencoba membangun kembali negaranya sebagai tanah Palestina yang merdeka, tak bisa dijajah lagi oleh Zionis kejam Israel.

Walaupun kini kondisi di berbagai sudut Palestina masih terkoyak hancur lebur karena invasi Israel tahun 2014 silam, warga Palestina tetap punya semangat untuk bangkit. Apalagi bagi jutaan jiwa anak-anak Palestina, di tengah kondisi kepungan dan embargo Israel, anak-anak Palestina ini masih berusaha menggapai masa depan mereka. Butuh dukungan besar dari semua pihak untuk merajut lagi kemanusiaan yang sudah hancur lebur di Palestina, terutama di jalur Gaza.

Lantas, berapa sesungguhnya jumlah dana yang dibutuhkan untuk membangun kembali sekolah bagi anak-anak di Palestina?

Diungkap oleh Kepala PBB untuk urusan pengungsi di Palestina (UNRWA), Pierre Krahenbuhl, Palestina hari ini masih butuh banyak dana untuk mengembalikan lagi kondisi pendidikan anak di Palestina. Demi menjamin masa depan jutaan anak Palestina yang akan menjadi pemimpin tanah Palestina di masa mendatang.

PBB lewat badan pengungsi Palestina (UNRWA) sedang berusaha menegosiasikan sejumlah dana pembangunan pendidikan Palestina kepada Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait. Ketiga negara kaya minyak itu akan diminta untuk mendonasikan sekitar US$ 80 juta dollar untuk membangun kembali infrastruktur sekolah di Palestina. Jumlah dana yang setara dengan 1 Triliun Rupiah itu nantinya akan digunakan untuk membangun kembali, merajut masa depan 500 ribu lebih anak-anak Palestina. Jika sesuai dengan rencana, anak-anak di Palestina akan memasuki tahun ajaran baru di Bulan Agustus 2016.

Sampai dengan hari ini, badan PBB untuk urusan pendidikan sudah berhasil menjalankan kembali 700 sekolah bagi ratusan ribu jiwa anak-anak yang berada di daerah konflik, meliputi Palestina di Tepi Barat dan Gaza, kemudian juga di Yordania, Lebanon, dan Suriah.

Tiga negara Teluk, yakni Kuwait, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memang menjadi penyokong utama dana pendidikan bagi negara-negara yang sedang dilanda krisis kemanusiaan, khususnya di Palestina. Namun tak ketinggalan juga Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, masyarakat Indonesia begitu sensitif dengan urusan Palestina. Selama bertahun-tahun terakhir, Indonesia termasuk berada di garis terdepan mendukung tercapainya perdamaian bagi negeri Palestina. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *