Dampak El Nino, Unicef Prediksi Jutaan Anak Terancam Gizi Buruk

By | 11/11/2015

Kemiskinan dan Gizi Buruk

Setengah tahun terakhir, masyarakat Indonesia makin akrab dengan istilah El Nino, sebuah bentuk dari fenomena anomali cuaca yang menjadi tanda nyata dari perubahan iklim dunia. Tak hanya di Indonesia, di berbagai belahan dunia El Nino telah mengubah cuaca, menambah gersang, membikin suhu udara dunia bertambah panas.

Imbasnya? Tak hanya menaikkan suhu dunia, El Nino membawa kerugian dari berbagai sendi sosial, termasuk urusan anak-anak. Seperti yang dilansir oleh Antaranews, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) lewat lembaga dunia yang khusus menangani masalah anak-anak (UNICEF) telah merilis kenyataan ironis yang menunjukkan betapa dampak El Nino telah berakibat buruk pada kondisi anak-anak di seluruh dunia. Mengapa bisa demikian?

Faktanya, menurut UNICEF, ada 11 juta anak-anak di seluruh dunia yang menghadapi ancaman kelaparan, penyakit menular dan mematikan, hingga kekurangan air di wilayah-wilayah kantong kemiskinan dunia. Salah satunya di Afrika Selatan dan Afrika Timur akibat fenomena dari El Nino.

Selain negara Afrika, El Nino pun berdampak sangat buruk pada negara-negara yang beradadi sekitar garis khatulistiwa, seperti Asia Tengah, Asia Pasifik, Amerika Latik hingga Indonesia.

Prediksi buruk ini dirilis oleh UNICEF lewat sebuah laporan yang driilis berjudul “A Wake Up Call: El Ninos Impact on Children”.

Dalam laporan tersebut, UNICEF menyebutkan bahwa El Nino telah menyebabkan konsekuensi untuk melumpuhkan beberapa generasi termasuk anak-anak saat ini. Kelumpuhan generasi anak-anak ini akibat berbagai masalah sosial yang muncul karena perubahan iklim seperti kegagalan panen, kurangnya akses ke kesehatan, dan air minum yang bersih sehingga meningkatkan potensi anak-anak menderita gizi buruk.

Selain itu, dalam laporan tersebut UNICEF pun menuliskan bahwa tak hanya dampak gizi buruk yang menyerang anak-anak. Perlu diingat juga bahwa perubahan cuaca ekstrem yang ditandai dengan fenomena El Nino bisa meningkatkan secara drastis penyakit-penyakit yang rentan menulari anak-anak. Seperti malaria, demam berdarah dengue, diare, dan penyakit kolera.

Ketika seluruh dunia menyalahkan El Nino, apa sesungguhnya yang telah menyebabkan fenomena El Nino ini mengancam populasi anak-anak di seluruh dunia?

Beragam pihak yang peduli tentang lingkungan sepakat bahwa El Nino sesungguhnya terjadi karena faktor manusia itu sendiri. El Nino tak disebabkan oleh perubahan iklim. Ilmuwan percaya bahwa El Nino yang membawa kemarau panjang tahun 2015 di Indonesia bertambah kuat akibat kondisi alam yang makin rusak dan tak terkendali.

Jika ditelusuri selama setahun terakhir, fenomena El Nino tahun 2015 ini menjadi yang paling kuat dalam sejarah. Banjir dan kemarau panjang terjadi di berbagai belahan dunia, memicu angin topan pasifik dan badai yang menghantam Filipina, Jepang dan negara Pasifik lainnya.

Menurut catatan Antaranews, Beberapa negara yang paling terpengaruh oleh El Nino meliputi Somalia, Ethiopia, Indonesia, negara Pasifik, Guatemala, Honduras dan El Salvador, Peru dan Ekuador. (cal)

Ilustrasi Gambar via blogs.sacbee.com/photos [Muhammed Muheisen / AP]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *