Cerita dari Gadis Palestina yang Lolos dari Penjara Israel

By | 26/04/2016

gadis-palestina

Kisah tentang Palestina dan Israel masih akan terus bergulir seiring waktu berjalan. Konflik antara kedua negara ini terus berlangsung tanpa ada perkembangan perdamaian yang berarti. Beragam kejahatan kemanusiaan tersaji nyata di tanah Palestina. Seorang anak balita yang mati tertembak ketika bermain, seorang gadis di bawah umur yang akhirnya mendekam dipenjara Israel, beragam anomali hak asasi manusia yang paling dasar nampak nyata di tanah Palestina.

Seperti yang belum lama ini terjadi di Tepi Barat (West Bank) Palestina, Kantor Berita Al-Arabiya menceritakan tentang seorang gadis bernama Dima al-Wawi berusia 12 tahun yang akhirnya bisa kembali menghirup udara bebas, kembali ke rumahnya setelah sebelumnya mendekam sekian lama di penjara Israel. Minggu, 24 April 2016 akhirnya Dima kembali ke pelukan keluarganya. Dimana disebut-sebut oleh media internasional sebagai perempuan Palestina termuda yang pernah mendekam di penjara Israel.

Mengutip juga dari CNN, Dima al-Wawi disambut dengan suka cita oleh puluhan keluarganya di pemukiman Halhoul, desa yang berada dekat dengan Hebron di Tepi Barat. Rumah di gadis ini pun berubah ramai dengan banyak balon dan warna warni menarik. Terlihat juga beberapa poster dari Hamas dan Fatah yang tertempel di dinding.

Dima al-Wawi adalah seorang gadis yang tumbuh dan besar di Tepi Barat, 12 tahun silam. Atas keputusan pengadilan Israel, al-Wawi ditangkap oleh militer Israel dan dijebloskan ke dalam penjara beberapa bulan silam. Sejak 9 Februari, gadis kecil di bawah umur ini ditangkap oleh militer Israel, kemudian diadili dan dipenjara selama kurang lebih 2 bulan lamanya.

Apa yang dilakukan oleh al-Wawi sampai ia dipenjara oleh militer Israel?

Ternyata berdasarkan catatan dari pengadilan yang ditunjuk oleh militer Israel, gadis Palestina ini terbukti sedang membawa pisau di balik bajunya saat a sedang berada di pemukiman kaum Yahudi, di kawasan Carmel Tsur.

Setelah kepergok oleh militer Israel, al-Wawi langsung diperintahkan untuk berhenti dan akhirnya meminta ia untuk berbaring di tanah sambil mengeluarkan pisaunya di balik baju. Ia pun menyerah dan tak melakukan perlawanan sama sekali.

Gadis kecil Palestina ini didakwa oleh pengadilan Israel atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap warga Yahudi. Dalam sebuah video amatir yang beredar sebagai barang bukti, al-Wawi yang nampak sedang menggunakan baju sekolah diinterogasi oleh tentara Israel tentang tujuannya membawa pisau di balik baju, ia ditanya apakah akan membunuh Yahudi dengan pisau tersebut? Lalu dia pun menjawab iya.

Akhirnya gadis ini divonis oleh pengadilan Israel dengan tuntutan 4,5 bulan penjara. Keputusan pengadilan Israel ini jelas memicu perdebatan di dunia hukum internasional. Pasalnya hukum Israel membolehkan untuk menghukum seorang Palestina yang berusia di bawah 14 tahun. Sementara itu peraturan ini berat sebelah ketika dalam salah satu pasal lain disebutkan bahwa Israel tak boleh memenjarakan warga Israel yang berusia di bawah 14 tahun.

Sementara menurut pernyataan dari pemerintah Palestina, aksi penusukan oleh warga Palestina terhadap warga sipil di pemukiman yahudi adalah bentuk keputusasaan dan frustrasi hidup di bawah penjajahan Israel. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *