Cerita Anak Suriah Terjebak Runtuhan Rumah Sakit di Kota Idlib

By | 01/06/2016

 

cerita anak suriah

Kekejaman rezim Assad terus berulang tiap detik. Kehancuran di tiap sudut Suriah sudah mencapai batas logika kemanusiaan. Belum usai duka dunia melihat ratusan fasilitas medis jadi target serangan udara dan bom barrel di Kota Aleppo dan sudut lain Suriah, kini episode terbaru serangan fatal rezim Assad kembali menyentak publik dunia. Siapa pun yang masih menyimpan empati dan nurani pasti akan bergidik emosional ketika melihat kenyataan pilu yang sedang terjadi di Kota Idlib dalam hari-hari terakhir.

Empat puluh delapan jam lalu, Senin (30/5) malam waktu setempat, lusinan rudal dilepaskan dari selongsong misil jet tempur Rusia, rudal berdaya ledak tinggi itu diarahkan pasukan rezim Assad tepat di atas bangunan rumah sakit nasional di Kota Idlib. Tak hanya sekali, informan di Idlib menyatakan sedikitnya ada 8 kali dentuman rudal mengoyak Idlib, Senin malam kemarin. Termasuk menyasar area padat penduduk sipil dan juga sebuah masjid

Cerita paling menyentak nurani terekam di rumah sakit nasional Idlib, target utama serangan rezim lusa kemarin. Sebuah tayangan video yang viral di linimasa jejaring sosial menunjukkan tangis pilu anak-anak kecil, mereka terjebak di balik reruntuhan rumah sakit. Dalam kegelapan malam yang terekam di video tersebut, terlihat jelas semua pihak berada dalam kepanikan menderu.

Regu penyelamat bergerak cepat memasuki reruntuhan rumah sakit untuk menemukan mereka yang terjebak dalam runtuhan beton rumah sakit. Sontak teriakan Takbir bergema ketika seorang balita berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup oleh tim penyelamat. Mereka menarik bocah itu dari sela beton rumah sakit Idlib yang ambruk dihantam rudal Assad.

Gambar lainnya menunjukkan duka yang lebih mencekam. Salah satu frame rekaman menunjukkan tim penyelamat mengangkat tubuh kaku si kecil lainnya sudah mati tertimbun beton rumah sakit. Si kecil yang syahid itu berselubung debu reruntuhan di sekujur tubuhnya. Tak berselang lama, tubuh orangtua si kecil itu ditemukan sudah terbujur kaku ditimbun runtuhan bangunan rumah sakit.

“Si Kecil ini datang ke rumah sakit dengan orangtua dan kedua kakaknya. Kami menghabiskan waktu berjam-jam untuk menggali runtuhan rumah sakit. Namun semua sudah terlambat, mereka meninggal syahid tertutup debu beton,” ucap Sakir Khader seorang regu penyelamat di Idlib, mengutip dari New York Times.

Setengah dekade perang Suriah bergulir, serangan atas fasilitas medis dan rumah sakit sudah berulang ratusan kali. Bahkan beberapa kali kejadian serangan udara rezim Assad menghantam lebih dari selusin rumah sakit hanya dalam satu malam saja. Belum lepas dari ingatan, beberapa pekan lalu lebih dari setengah lusin fasilitas medis di Aleppo porak poranda diterjang rudal rezim Assad hanya dalam waktu satu pekan.

klik disini untuk: rekening bantuan untuk suriah

Ketika rumah sakit atau fasilitas medis di Suriah menjadi target serangan ratusan kali, berarti kekejaman perang sudah mencapai titik klimaks. Tak ada yang bisa membubuhkan kata maaf atas ulah rezim Assad selama setengah dekade perang bergulir. Sampai kapan tangis pilu di tiap sudut Suriah akan berakhir?

Img: twitter/AimanofArabia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *