Catatan Penting Selama Ibadah Puasa Ramadhan

By | 13/06/2015

Ibadah Puasa Ramadhan

Jika ditanyakan satu persatu, mungkin tak akan ada umat muslim di seluruh dunia yang menginginkan ibadah puasa ramadhan tahun ini berjalan sia-sia, tak sempurna, dan merugi. Salah satu indikator ibadah bernilai sempurna adalah ketika ibadah yang dikerjakan selama puasa ramadhan telah sesuai dengan tuntunan. Rasulullah sebagai pemimpin yang sayang pada kepada umatnya, telah menguntai tuntunan dan menjelaskan berbagai macam aturan beribadah yang sempurna lewat kata-kata indahnya yang tersaji dalam Hadits, termasuk tuntunan dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan. Berikut adalah beberapa aturan yang disarikan dari beragam hadits Rasulullah SAW seputar ibadah puasa, setidaknya bisa menjadi tuntunan bagi pembaca untuk memastikan ibadah puasanya berjalan sempurna;

  1. Pastikan puasa Anda mengikuti pemerintah

Mengapa demikian? Terlepas dari segala macam metode yang dilakukan diikhtiarkan oleh masing-masing kelompok muslim, sesungguhnya pemerintah di Indonesia adalah kunci utama perekat kebersamaan umat muslim ketika menentukan acuan ibadah (bulan ramadhan, bulan syawal, dan bulan arafah). Tak perlu lagi merasa paling benar dalam menentukan acuan waktu. Karena kenyataannya perbedaan antar kelompok muslim atau ormas muslim di Indonesia justru malah menjadikan perbedaan dan egoisme satu sama lain. Padahal jelas bahwa ibadah yang terbaik adalah yang dilakukan dengan cara berjamaah, bersatu padu dalam satu kebersamaan mencari keridhoan Allah SWT. Jika menginginkan kesempurnaa ibadah, maka serahkan semuanya penentuan awalan ibadah pada pemimpin dalam tataran pemerintah yang menggunakan metode hilal, seperti yang Allah firmankan dalam Al-Baqarah: 189 bahwa Hilal adalah mawaqit atau sebagai acuan waktu ibadah bagi seluruh umat manusia.

  1. Jangan pernah meremehkan Sahur

Sahur adalah permulaan ibadah, sahur adalah satu dari sekian banyak keutamaan puasa. Bukan hanya menjadi sumber energi sebelum menjalankan ibadah puasa, tapi sahur itu bernilai ibadah. Ada keberkahan yang terselip dalam hidangan sahur. Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.

  1. Jangan siakan waktu yang mustajab

Bulan ramadhan adalah bulan di mana banyak sekali fase-fase waktu dalam 1×24 jam yang merupakan waktu mustajab untuk berdoa. Usai shalat fadhu, usai berbuka puasa, menjelang subuh setelah santap sahur, dalam sepertiga malam di waktu tahajud itu adalah sebagian kecil fase waktu tempat doa paling mustajab dalam bulan ramadhan.

  1. Sibukkan waktumu untuk membaca dan memahami Al-Quran

Bulan ramadhan adalan bulan penting bagi Al-Quran. Bulan ramadhan menjadi bulan diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk manusia. Maka dari itu, hendaknya seorang muslim yang ingin menyempurnakan ibadah ramadhan memberikan porsi yang lebih banyak terhadap Al-Quran. Pastikan setiap waktu luang Anda untuk memperbanyak diri mentadaburi Al-Quran, mempelajari tiap makna dan tuntunan hidup yang tersaji di dalamnya.

  1. Segerakan berbuka puasa

Allah selalu menetapkan batasan dalam setiap ibadah yang Ia wajibkan. Dalam ibadah puasa, Allah membatasi puasa dari mulai terbit fajar, hingga fajar hilang dari peredaran di waktu maghrib. Menyegerakan ibadah puasa bukanlah masalah sederhana, hakikatnya adalah memenuhi batasan yang Allah tentukan dalam ibadah. Seperti yang Allah firmankan: “Itu adalah ketentuan dan batasan Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga (QS. An-Nisa:13). (CAL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *