Cara Sederhana untuk Atasi Banjir

By | 23/12/2016

rumah warga bima yang terendamHujan terus menerus disertai petir yang seringkali hadir sekalipun bukan musimnya tak jarang mengakibatkan banjir. Banjir yang diakibatkan guyuran hujan tersebut kehadirannya sulit diprediksi, pasalnya akibat dari pemanasan global (global warming) yang kian membahayakan dapat menyebabkan perubahan pola cuaca di seluruh dunia, perubahan tersebut disinyalir memicu hadirnya curah hujan yang tidak menentu dan menjadi penyebab nomor satu terjadinya banjir.

Beberapa kota besar di Indonesia pun tidak luput dari permasalahan banjir, banjir yang sudah didaulat sebagai ‘bencana tahunan’ lambat laun memungkinkan membawa dampak yang lebih fatal. Bahkan di masa depan, banjir dapat berakibat fatal bagi kehidupan manusia, hancurnya ekosistem hingga tewasnya jutaan makhluk hidup dikhawatirkan dapat terjadi apabila banjir tidak tertangani dengan baik.

Penanganan pra-banjir yang difokuskan pada perbaikan fasilitas, lingkungan rawan, bahkan penggusuran rumah-rumah di pinggiran kali sudah dilakukan, namun mengapa banjir masih terjadi ?

 

Berikut akan dipaparkan cara sederhana yang dapat kita lakukan untuk mengatasi banjir :

  1. Membuat biopori
    Biopori atau biasa disebut lubang resapan air adalah lubang ber-diameter antara 10-30 cm yang didalamanya berisi sampah organik. Lubang biopori dapat dibuat pada lahan kosong yang langsung terhubung dengan tanah, uniknya biopori dapat dibuat hanya dengan ketersediaan lokasi tanah yang minim sehingga di rumah pun dapat Anda lakukan. Biopori merupakan teknologi sederhana yang sangat berguna dengan biaya dan peralatan minim, dengan biopori genangan air yang disebabkan guyuran air hujan dapat terserap dengan lebih cepat sehingga meminimalisir risiko akibat meluapnya air hujan. Pembuatan biopori pada masing-masing rumah dapat meningkatkan ketersediaan air bersih dalam tanah.
    Image result for biopori
  2. Menanam lebih banyak tumbuhan
    Dengan menanam lebih banyak tumbuhan termasuk didalamnya tanaman hias, tanah dapat menangkap lebih banyak tetesan air hujan. Semakin banyak air yang terserap oleh tanah maka kondisi tanah akan semakin gembur sehingga pertumbuhan tanaman diatasnya akan semakin baik. Selain mengurangi dampak buruk banjir, tumbuhan juga berperan untuk menyaring polusi udara serta dapat menjadi paru-paru kota.
  3. Daur ulang sampah
    Bukan hanya hujan ternyata yang harus ‘disalahkan’ ketika banjir datang melanda. Timbunan sampah yang menggunung juga merupakan penyebab utama banjir. Sampah yang ditumpuk terus menerus apalagi sampah yang sulit untuk diurai dapat menimbulkan tertutupnya akses tanah untuk menyerap air. Daur ulang/pemanfaatan kembali sampah adalah solusinya. Dengan mendaur ulang sampah (yang sulit untuk diurai khususnya) dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan rumah tangga,misalnya daur ulang kertas, tas belanja hingga peralatan makan-minum.

Mudah bukan ? Jadi dengan cara sederhana tersebut, tidak ada alasan lagi untuk menyalahkan hujan ketika banjir datang. Selamat mencoba !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *