Bencana Tanah Longsor Parah di Sukabumi

By | 19/08/2016

longsor-sukabumi

Prediksi mengenai La Nina di Indonesia di tahun 2016 ini memang benar terjadi. Indonesia berada pada situasi cuaca kemarau basah yang artinya hujan masih turun kapan saja. Karena hujan deras sering menimbulkan bencana banjir dan longsor yang tidak terduga. Kemarin baru saja terjadi kembali longsor parah di Sukabumi, ada sekitar 334 rumah mengalami keruskana akibat longsor. Kenyataan hujan deras yang beresiko menyebabkan longsor memang masih banyak mengintai di negeri ini.

Baca juga: La Nina Indonesia Rawan Bencana

Dikutip dari berita Republika, tanah longsor yang terjadi di Desa Cimenteng dan Desa Nagrakjaya Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat sejak Selasa (19/8) terus berlangsung hingga Rabu (17/8) ini. Bencana itu menyebabkan tebing longsor, tanah retak, dan ratusan bangunan rusak.

Berita bahwa longsor parah di Sukabumi ini menyebabkan warg harus mengungsi. Tipe longsoran yang merayap terus terjadi, apalagi ditambah dengan curah hujan yang masih terus turun menyebabkan longsor makin mengancam masyarakat,” ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Informasi yang diperoleh wartawan Republika kemarin, menurut laporan data dari BNPB, total sekurangnya 429 bangunan rusak, 174 di antaranya rusak berat, 102 rusak sedang, 56 rusak ringan, dan 97 unit lainnya terancam. SKerusakan yang terjadi termasuk empat bangunan taklim, 4 masjid, satu pesantren, satu bangunan sekolah dasar, satu kantor desa, 1 Puskesmas, dan 1 posyandu. Sementara rusak parah 10 hektar sawah terancam gagal panen.

Kemudian terdata ada setidaknya 386 kk yang terhitung 1139 jiwa terdampak langsung longsor parah di Sukabumi ini. Sementara semuanya harus mengungsi hingga keadaan normal dan rumah bisa aman ditempati. Bupati Sukabumi masih menetapkan darurat karena BNPB masih memprediksi pergerakan tanah. Saat ini Pemerintah, BNPB dan TNI Polri yang terus memantau dan membantu renovasi kerusakan atau mungkin bisa relokasi pemukiman yang terjadi akibat dampak longsoran.

Kondisi setelah longsor saat ini cukup terkondisikan, tipe longsoran yang merayap maka timbul ketidakpastian sampai kapan longsor besar akan terjadi. Hal ini menyebabkan sebagian masyarakat masih menempati rumah tersebut meski sudah rusak. Dampak paling longsor parah di Sukabumi sekarang adalah bangunan rumah rusak, dari retak-retak hingga belah. Dari BNPB menyiapkan sekurangnya 250 juta untuk membantu perbaikan pemukiman dan desa.

Menurut pantuan BNPB wilayahnya memang tidak layak untuk permukiman. Oleh karena itu solusi ke depan adalah relokasi bagi masyarakat yang rumahnya roboh atau rusak berat. Namun untuk melakukan relokasi tidak mudah, karena hal ini terkait ketersediaan lahan, matapencaharian masyarakat dan faktor sosial ekonomi masyarakat yang telah menetap disana. (Aly)

Sumber: BNPB | Img: Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *