Bencana Baru, Fenomena Pergerakan Tanah

By | 12/08/2016

pergerakan-tanah

Biasanya bencana gologi tanah yang sering terjadi adalah longsor, namun kali ini beberapa kali terjadi adalah pergerakan tanah yang sampai merusak bangunan rumah. Fenomena pergerakan tanah yang terbaru dan paling parah terjadi di Desa Nagrak Jaya, Kecamatan Curug Kembar, Kabupaten Sukabumi. Saat ini bencana alam gerakan tanah ini masih bisa diantisipasi untuk warga mengungsi, namun begitu parah hingga merusak puluhan rumah.

Tim relawan Aksi Cepat Tanggap yang berkunjung ke lokasi menyampaikan laporan; bencana pergerakan tanah yang menimpa Desa Nagrak Jaya, Kecamatan Curug Kembar ini, menyebabkan 348 rumah warga mengalami kerusakan (148 rumah rusak berat, 91 rumah rusak sedang dan 70 rumah mengalami rusak ringan dan 39 rumah terancam alami pergeseran tanah). Selain rumah warga sarana umum dan tempat ibadah tak luput dari kerusakan, diantaranya: 4 unit majelis taklim, 4 unit mushola, I unit Pesantren, 1 unit Sekolah Dasar, 1 unit Kantor Desa, 1 unit Puskesmas Pembantu dan 1 unit Posyandu.

Kemudian kerusakan juga di lahan pesawahan dan pertanian seluas 4 hektar tertimbun tanah longsor akibat dari pergerakan tanah, yang menyebabkan para petani alami kerugian karena gagal tanam dan gagal panen akibat tertimbun tanah longsoran. Sekitar 1122 jiwa menjadi korban kerurusakan rumah akibat pergerakan tanah.

Jika dihitung dari kerusakan yang terjadi, fenomena pergerakan tanah ini dampaknya lebih parah daripada banjir. Masyarakat yang tertimpa jelas tak berani kembali ke rumah mereka, ibarat gempa rumah mereka bisa ambruk kapan saja. Masyarakat terpaksa mengungsi hingga dipastikan kondisi aman kembali untuk renovasi pemukiman.

Saat ini yang bisa dilakukan masih memantau dari pihak BNPB sebagai landasan mitigasi warga di areal bencana. Menurut Ir. Kasbani, M.Sc selaku Kepala PVMBG mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan informasi potensi lokasi gerakan tanah di Indonesia setiap bulan, sebagai hasil overlay dari peta kerentanan gerakan tanah dengan curah hujan bulanan.

Fenomena pergerakan tanah ini masuk dalam kategori bencana alam geologi yang sangat dekat dengan potensi tanah longsor. Kejadiannya terjadi di lahan miring dan terjadi saat kondisi hujan lebat yang menyebabkan tanah turun atau bergerak perlahan ke dataran yang lebih rendah.

img: detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *