Program Kapal Kemanusiaan Bersatu Memberikan Bantuan untuk Nigeria

By | 18/04/2017

 

Aksi Cepat Tanggap

Berbagai krisis yang dihadapi suatu negara mungkin merupakan hal yang biasa terjadi bagi beberapa negara di dunia. Namun jika krisis kelaparan dan kemanusiaan yang terjadi akibat peperangan yang terjadi pada negara itu sendiri mungkin merupakan krisis sosial yang harus segera ditangani untuk menghindari dari perpecahan suatu negara. Nigeria merupakan negara yang mengalami krisis kelaparan akibat dari peperangan yang terjadi di negara itu. Tidak hanya negara Sudan Selatan saja, Nigeria juga masyarakatnya mengalami kelaparan akibat dari konflik yang terjadi pada negara itu sendiri. Sebagai bentuk kepedulian kita terhadap konflik kemanusiaan ini, kita bisa menyalurkan bantuan untuk Nigeria.

Perbedaan Agama Menjadi Latar Belakang Konflik

Banyak yang menyebutkan bahwa krisis kemanusiaan dan kelaparan yang terjadi pada Nigeria merupakan adanya perbedaan agama Islam dan Kristen. Namun juga diperkirakan terdapat konflik lama antara penduduk beragama Muslim dan beragama Kristen yang sebetulnya tidak hanya meliputi keagamaan saja. Konflik ini bukan hanya konflik keagamaan dalam arti yang sempit masing-masing agama memaksakan untuk melakukan pindah agama. Konflik ini lebih terkait karena sindirian yang dilontarkan oleh masing-masing agama. Karena perbedaan agama di Nigeria juga membeda-bedakan berbagai kelompok etnis yang ada di Nigeria yang juga bersaing untuk merebut kekuasaan dan sumber daya yang ada di Nigeria. Menurut Matthias Basedau yang merupakan pakar negara-negara Afrika dari German Institute of Global and Area Studies, GIGA mengutarakan bahawa konflik agama antara kaum Muslim dan kaum Kristen selalu menjadi masalah dalam sejarah Nigeria. Adanya konflik yang sedang berlangsung mengakibatkan masyarakat Nigeria mengalami krisis kelaparan. Tidak sedikit negara-negara yang memberikan bantuan untuk Nigeria baik dalam bidang kemanusiaan dan bidang pangan melalui yayasan kemanusiaan atau perantara yang dapat dipercaya.

Bantuan untuk Nigeria

Seperti pada di Indonesia yang memiliki yayasan kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap yang telah berdiri sejak tahun 2005 pada tangga 21 April yang secara hukum diluncurkan secara resmi menjadi yayasan yang bergerak pada bidang kemanusiaan dan sosial. Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengembangkan beberapa program guna memperluas jangkauan yang dapat menjadi sasaran bantuan seperti program pemulihan pascabencana dan pengembangan masyarakat, serta program berbasis spiritual seperti Zakat, Qurban, dan Wakaf. Program terbaru yang digunakan untuk membantu krisis kelaparan di beberapa lokasi adalah “kapal kemanusiaan” yang merupakan nama sederhana yang menyimpan banyak harapan untuk para korban krisis kelaparan. Kapal kemanusiaan juga selaras dengan tiga pilar peradaban yaitu kemanusiaan, kedermawanan, dan kerelawanan. Melalui ACT ini bangsa kita dapat memberikan bantuan untuk Nigeria.

Bantuan untuk Nigeria yang sedang mengalami kelaparan yaitu berbentuk bahan pangan seperti beras, mengapa beras? Karena sebagai negeri agraris beras merupakan makanan pokok yang hampir seluruh lapisan bangsa ini memilikinya. Beras juga sangat aman dan sangat mudah untuk disalurkan melalui kapal-kapal yang akan melalui lautan luas. Beras juga sangat mudah didapatkan dan dapat disumbangkan oleh seluruh lapisan bangsa. Selain itu juga beras dapat diperoleh dari para petani-petani bangsa Indonesia yang tentu akan membantu perputaran ekonomi bangsa Indonesia. Dengan bantuan berbentuk beras ini diharapkan dapat memberi sedikit bantuan untuk Nigeria.

Selain bantuan untuk Nigeria berbentuk bantuan logistik, sejumlah relawan yang terpilih akan berpartisipasi dalam misi kemanusiaan dalam yayasan Aksi Cepat Tanggap ini dan relawan baru juga akan terlibat dalam misi ini.

Baca juga: Klorin, Mesin Pembunuh Terlarang Anak-Anak Suriah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *