Bantuan Ke Suriah Dari Amanah Masyarakat Indonesia

By | 15/05/2016

Bantuan ke Suriah Indonesia

Selama seminggu menjajaki banyak kamp pengungsian di Suriah, Tim SOS Suriah – Aksi cepat Tanggap (Mei/2016) berhasil satu tahap amanah dari masyarakat Indonesia. Meskipun perjuangan untuk mengirimkan bantuan ke Suriah tidak mudah terutama daerah blokade di Aleppo, namun satu tahap bantuan telah sampai di perbatasan Turki dan Suriah di sebelah selatan. Alhamdulillah Syuhelmaidi Syukur, team leader Tim Symphaty of Solidarity (SOS) Suriah bersama dua anggota timnya di perbatasan Turki dengan Suriah. Sembari menunggu Kota Idlib dan Aleppo dapat ditembus hari-hari selanjutnya.

Kenyataan untuk mencapai Suriah disana tidak berjalan mudah, terutama untuk memasuki Aleppo. Luar biasa di wilayah perbatasan Turki dan Suriah di sebelah selatan ini sudah berubah layaknya “the little Syria”. Hitung-hitungan dari pemerintah Turki menyebut ada ratusan ribu pengungsi asal Suriah di wilayah perbatasan ini. Kebanyakan mereka menetap di kamp pengungsian yang dikelola oleh NGO Turki dan NGO Suriah.

Ribuan paket logistik yang dibawa menggunakan 2 truk besar berisi bahan pangan disambut bahagia oleh anak-anak di sebuah kamp pengungsian dekat desa Baglar Mahalesi. Di lokasi ini, Tim SOS Suriah – ACT membawa bantuan kebutuhan pokok terutama makanan dengan sasaran penerimanya adalah para perempuan dan anak-anak yatim penghuni kamp.

“Saat kami datang, seketika mereka tersenyum riuh melihat iring-iringan truk yang membawa logistik. Bahkan anak-anak Suriah di panti yatim dalam kamp langsung berebut memegang tangan kami,” ungkap Syuhelmaidi.

“Ada beberapa anak yang langsung minta gendong. Bukan cuma memberi isyarat, tapi anak-anak usia 5 sampai 7 tahun itu benar-benar memohon minta digendong. Bahkan serentak semua anak-anak ini memanggil kami Ammi (paman), malah ada juga yang memanggil Abi (ayah). Haduhh…saya nggak bisa gambarkan bagaimana dada ini rasanya. Bergemuruh saja dada ini..campur aduk,” kisah Syuhel. Kehilangan sosok ayah tak bisa membohongi perilaku beberapa anak-anak itu. Entah sejak kapan mereka kehilangan dekapan itu. Mungkin seusia dengan pecahnya konflik Suriah lima tahun lalu.

Para korban anak-anak dan perempuan Suriah mereka merasakan derita terburuk akibat keganasan perang. Deengan kondisi mereka serba kekurangan dan kelaparan, bantuan ini setidaknya bisa memunculkan kembali harapan dan senyum mereka yang hampir pudar dihantam memori buruk tentang kematian ayah, ibu, dan keluarga terdekat. Tim SOS Suriah melihat senyum pilu yang berbayang jelas di wajah anak-anak panti kamp pengungsian Suriah saat ini.

Logistik Suriah

Usaha Masuk Idlib dan Aleppo

Sehari setelah distribusi logistik di kamp pengungsian dekat perbatasan Suriah, Tim melanjutkan distribusi logistik ke Idlib dan Aleppo. Kali ini iring-iringan truk berjalan melintasi jalur utama perbatasan, langsung menuju Kota Aleppo dan Idlib. Dengan pertimbangan keamanan, 3 Tim SOS Suriah dari Indonesia dipaksa hanya sampai gerbang perbatasan saja. Pemerintah Turki memang telah mengeluarkan regulasi yang melarang keras orang asing masuk ke dalam wilayah konflik. Akhirnya hanya iring-iringan truk paket bantuan itu saja yang melanjutkan perjalanan bergerak ke Idlib dan Aleppo.

“Walau kami masih tertahan di gerbang perbatasan, InsyaAllah logistik bantuan dari masyarakat Indonesia bisa tetap masuk ke kawasan Idlib dan Aleppo. Mitra Kami dari Turki yang bertugas mengiringi iring-iringan bantuan logistik berbendera merah putih itu,” ungkap Syuhel.

Bantuan ke Suriah dari amanah Bangsa Indonesia, InsyaAllah Tim SOS Aksi Cepat Tanggap akan terus dirancang strategi paling efektif untuk mendistribusikan bagi pengungsi Suriah, baik di kamp pengungsian di Turki maupun yang masih terjebak di tengah Aleppo. Sementara ini, fokus utama yang sedang dilakukan adalah membantu mereka yang masih terluka dan cacat, mengutamakan bantuan pada anak-anak yatim dan sekolah darurat di kamp pengungsian Suriah dan juga memperkuat hubungan dengan mitra lokal di Turki dan Suriah. (aly)

Sumber: ACT.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *