Banjir Sumatera: Tanggap Bencana Banjir dan Longsor, ACT Kirimkan Bantuan

By | 11/02/2016
Banjir Sumatera

img: act.id

Banjir di Sumatera yang terjadi di pekan kedua bulan Februari 2016 ini melanda beberapa daerah yang mengakibatkan rusaknya pemukiman warga. Beberapa daerah yang kebanjiran antara lain lain adalah; Pangkal Pinang, Solok, Bangka dan beberapa kecamatan di Aceh Utara. Puncak musim hujan di bulan Februari memang sudah diprediksi bakal meyebabkan banjir di beberapa daerah di Indonesia. Dalam aksi siap siaga bencana banjir ini tim Aksi Cepat Tanggap sudah turun ke lokasi-lokasi banjir di Sumatera untuk memberikan bantuan evakuasi dan bantuan untuk para pengungsi.

Senin (8/2) Banjir besar menghampiri sejak pagi mengepung Kota Pangkal Pinang dari segala penjuru. Jika ditilik dari kondisi geografis kota Pangkal Pinang, penyebabnya adalah aliran sungai besar bergerak hingga ke laut di sebelah timur dan membelah kota. Meluapnya aliran Sungai Rangkui dan jebolnya dua tanggul pembatas menjadi pemicu utama meluapnya aliran air sampai mengepung seluruh Kota Pangkal Pinang.

Berdasar informasi tim ACT di lapangan lebih dari 48 jam pula aliran listrik Pangkal Pinang padam dari PLN. Kedalaman air yang menggenang di banyak lokasi di Pangkal Pinang bahkan sampai menyentuh angka 3 meter.

Di Solok banjir sudah menghampiri sejak 5 Februari, bencana kebanjiran ini menyebabkan hampir 2.000 unit rumah terendam air sedalam 1,5 meter dan juga sekitar 100 hektar sawah setinggi satu meter. Dua jembatan kabupaten putus, lalu lintas Payakumbuh-Pekanbaru lumpuh total.

Banyak rumah yang rusak dan terendam banjir dan beberapa jembatan dilaporkan rusak serta puluhan hektar lahan pertanian terendam banjir. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan masyarakat masih berkumpul di tempat yang lebih tinggi.

Kemudian disusul tanah longsor yang terjadi pada Senin (8/2), longsor juga menimpa rumah warga sehingga 6 orang tertimbun longsor pada (6/2/2016) pukul 20.00 WIB. Dua orang berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia sedangkan empat orang masih tertimbun dan petugas masih mencari mereka.

Data sementara yang diperoleh dari ACT, tercatat 1.050 unit rumah terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter. Sementara sebanyak 3.696 jiwa terdampak langsung, karena rumahnya banjir.

Dalam aksi Evakuai banjir Sumatera, penanggulangan banjir dan bantuan untuk pengungsi, komandan Disaster Emergency and Relief Management (DERM)-ACT Kusmayadi mengatakan saat ini sebagian aktivis Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) baik dari Sumatera Barat atau pun Riau sudah turun atau menuju titik-titik bencana. (Aly)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *