Masuk Fase Pancaroba, Bagaimana Gejala Musim Pancaroba?

By | 08/04/2016

Sejumlah perahu nelayan bersandar saat terjadi angin kencang  dampak dari Siklon Tropis Nangka di Panggungrejo, Pasuruan, Jawa Timur, Senin (13/7).

Setelah berbulan-bulan dinaungi oleh curah hujan yang mengguyur deras, sebagian wilayah Jawa, khususnya Jawa Tengah bagian Selatan mulai memasuki musim pancaroba, atau musim peralihan. Musim Pancaroba adalah gejala di mana suatu daerah sedang memasuki fase peralihan dari musim hujan yang lebat menuju musim kemarau yang gersang.

Musim pancaroba pada dasarnya adalah hal yang wajar bagi Indonesia yang hidup dalam dua musim. Tiap menjelang peralihan musim, pasti akan masuk terlebih dahulu ke gejala musim pancaroba. Lalu, bagaimana sebetulnya gejala dari musim pancaroba? Berikut penjelasannya.

  • Tanda dan gejala musim pancaroba sudah mulai nampak ditandai dengan banyaknya petir yang bergemuruh.
  • Kondisi angin yang berubah dan berpindah-pindah arahnya dalam waktu yang relatif cepat.
  • Kemudian ditandai dengan hujan lebat namun dengan durasi yang singkat, biasanya menjelang sore hari. Kondisi-kondisi cuaca seperti itu belakangan ini sedang seringkali terjadi di sekitar kawasan selatan Jawa Tengah. Artinya musim pancaroba sudah terjadi dan perlahan akan berganti menjadi musim kemarau panjang.

Musim pancaroba bukan berarti tak membawa potensi bahaya atau potensi bencana. Menurut BMKG Cilacap yang dikutip dari rilisan Kantor Berita Antara,  musim Pancaroba akan membawa kemungkinan buruk munculnya bencana angin puting beliung. Munculnya angin puting beliung ini bisa ditandai dengan suhu udara siang hari yang terasa begitu panas. Imbasnya menjelang sore akan terjadi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang besar di sekitar selatan Jawa. Ketika awan cumuloimbus sudah menurunkan hujan dengan intensitas hujan yang biasanya cukup deras, hujan akan disertai dengan angin kencang.

Selain itu tanda dan gejala musim pancaroba jika angin bertambah kencang, maka kondisinya akan berubah menjadi bahaya, sebab angin puting beliung bisa dengan mudah terbentuk.

Selama bulan April 2016 ini, wilayah Selatan Jawa Tengah diperkirakan akan lebih dulu merasakan gersangnya kemarau dengan curah hujan yang begitu tipis. Perkiraannya, curah hujan sebelum kemarau atau di musim pancaroba ini akan berkisar antara 200-300 milimeter dengan sifat hujan yang normal.

Sementara itu, potensi musim hujan yang lebih panjang dipekirakan akan terjadi di sekitar wilayah tengah pegunungan Jawa Tengah. Musim hujan yang cukup deras kemungkinan masih akan menerjang Banjarnegara, Pemalang, Purbalingga, dan Wonosobo. (cal)

Img: antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *