Apa itu Badai dan Proses Terjadinya Badai?

By | 11/10/2016

111016-badai

Badai seringkali juga disebut siklon tropis. Ia merupakan gangguan cuaca yang terjadi secara ekstrim di atmosfer dan khususnya mempengaruhi permukaan bumi. Gejala terjadinya biasa diawali angin kencang yang muncul bersamaan dengan kilat, petir, maupun halilintar. Selain itu, hujan yang turun secara lebat dan terus menerus disertai dengan angin maupun bongkahan es yang jatuh juga merupakan beberapa gejala yang dapat diwaspadai.
Badai terbentuk ketika terdapat tekanan udara yang rendah di tengah-tengah area bertekanan udara tinggi.

Kombinasi dari dua kekuatan yang saling bertolak belakang ini menghasilkan pusaran angin yang dapat membentuk awan kumulonimbus. Awan yang terbentuk di atas permukaan laut bergerak mengikuti arah angin dengan kecepatan sekitar 20 km/jam. Akan tetapi, saat mencapai daratan, awan tersebut membawa angin ribut dengan kekuatan yang besar sampai 250 km/jam dan berpotensi merusak apapun yang ada di hadapannya.
Badai yang menyapu suatu area dapat membahayakan keselamatan jiwa maupun harta benda. Hujan lebat disertai angin dapat berujung kepada bencana banjir yang menyebabkan puluhan rumah rusak dan akses transportasi terhambat. Selain itu, kilat dan petir dapat berpotensi memicu kebakaran maupun gangguan listrik dan gelombang komunikasi. Secara umum, badai memberi dampak kerugian yang besar baik secara material maupun non-material.

Salah satu badai terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah adalah Patricia (Hurricane Patricia) yang menerjang wilayah Meksiko pertengahan Oktober 2015. Badai ini terbentuk di permukaan laut dengan sangat cepat. Patricia berkembang dari siklon tropis sedang menjadi hurricane kategori 5 hanya dalam kurun waktu 24 jam. Saat mendekati daratan, Patricia mencapai rekor intensitas kecepatan yang sangat tinggi yaitu 345 km/jam. Dampaknya, ratusan di daerah pesisir Meksiko hancur berantakan akibat badai yang menerjang. Patricia juga menyebabkan sejumlah daerah di Meksiko mengalami bencana banjir akibat lebatnya curah hujan yang dibawa. Sementara itu total kerusakan material diperkirakan mencapai USD 323.3 juta dengan kerusakan di sektor pertanian dan infrastruktur menjadi penyumbang kerugian terbesar.

Foto NBC

***

Baca juga Ketahui Mitigasi Angin Topan untuk Meminimalisir Kerugian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *