Author Archives: Puti H

Doa Memotong atau Menyembelih Hewan Qurban

Allah mensyariatkan bahwa islam adalah agama yang rahmatan lil’alamin , agama yang membawa rahmat bagi semesta alam. Dalam mengatur hidup manusia, islam mengatur segala tata cara dari bangun tidur hingga kembali tidur. Tak ada satu pun aktivitas yang tidak diatur pengerjaannya dalam islam. Menyambut hari raya qurban yang semakin dekat, tahukah Anda bahwa di sunnahkan untuk melafalkan doa memotong atau menyembelih hewan qurban ?

Penyembelihan atau pemotongan hewan qurban telah di syariatkan semenjak peristiwa heroik dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail ‘Alaihisalam tentang seruan Allah Subhanahu Wata’ala tentang ibadah qurban. Adapun tata cara proses pemotongan hewan qurban yang disyariatkan adalah sebagai berikut :

1. Hewan dihadapkan ke kiblat sewaktu menyembelih

2. Menyembelih dengan cara yang baik, yakni menggunakan alat yang tajam dan dilewatkan pada bagian tubuh yang akan disembelih
dengan kuat dan dengan cepat.

Sebagian ulama mengatakan bahwa adab ini hukumnya wajib berdasarkan hadits Nabi:
“Sungguh Allah telah mewajibkan bersikap ihsan (berbuat baik) terhadap segala sesuatu. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah satu kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan sembelihannya!” (HR. Muslim)

3. Melakukan nahr untuk onta dan menyembelih (dzabh) untuk hewan yang lain. Onta dinahr dalam keadaan berdiri dan kaki depannya yang sebelah kiri dalam kondisi terikat. Jika tidak memungkinkan maka nahr dilakukan pada saat onta dalam posisi menderum.

4. Hewan selain onta disembelih dalam posisi lambung hewan sebelah kiri berada di bawah. Jika penyembelih kesulitan bekerja dengan tangannya dalam posisi seperti itu maka penyembelihan dilakukan dalam posisi lambung kanan hewan berada di bawah, dengan catatan posisi ini lebih menyenangkan hewan qurban dan lebih mudah bagi penyembelih.

5. Memutus tenggorokan dan kerongkongan di samping memutus dua pembuluh darah besar di leher.

6. Tidak menampakkan pisau kepada hewan pada saat mengasah. Hewan tersebut seharusnya hanya melihat pisau pada saat menyembelih.

7. Bertakbir setelah membaca bismillah.

Janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. (QS. Al-An’am: 121)

8. Setelah membaca bismillah dan bertakbir kemudian menyebutkan nama orang yang menjadi tujuan qurban atau akikah dan berdoa kepada Allah semoga menerima ibadah tersebut.

Untuk mengawali proses penyembelihan hewan qurban, berikut adalah doa yang di anjurkan saat menyembelih qurban :

أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ, يَطَأُ فِي سَوَادٍ, وَيَبْرُكُ فِي سَوَادٍ, وَيَنْظُرُ فِي سَوَادٍ; لِيُضَحِّيَ بِهِ, فَقَالَ: “اِشْحَذِي اَلْمُدْيَةَ” , ثُمَّ أَخَذَهَا, فَأَضْجَعَهُ, ثُمَّ ذَبَحَهُ, وَقَالَ: “بِسْمِ اَللَّهِ, اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ, وَمِنْ أُمّةِ مُحَمَّدٍ” –

Nabi pernah memerintahkan agar diambilkan gibas (domba jantan) bertanduk, kuku dan perutnya hitam dan sekeliling matanya hitam. Lalu gibas tersebut dibawa ke hadapan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dijadikan kurban. Beliau pun bersabda, “Asahlah dengan batu pengasah.” Kemudian ‘Aisyah mengasahnya dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaringkan hewan tersebut lalu menyembelihnya. Saat menyembelih, beliau mengucapkan, “Bismillah, Allahumma taqobbal min Muhammad wa aali Muhammad, wa min ummati Muhammad (Artinya: dengan menyebut nama Allah, Ya Allah terimalah kurban ini dari Muhammad, keluarga Muhammad dan umat Muhammad).” (HR. Muslim no. 1967)

Bagi sahabat yang berkesempatan untuk mengikuti prosesi penyembelihan hewan qurban, jangan lupa untuk mengamalkan sunnah-sunnah ini 🙂

Sumber : rumaysho.com

IMG: nu.or.id

Pengertian Qurban Secara Lengkap Menurut Bahasa dan Istilah

Kurang dari satu bulan lagi, umat islam di seluruh dunia akan merayakan ‘hari raya kedua’ terbesar selain Idul Fitri yang telah kita lalui. Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah setiap tahunnya dan pada tahun 2017 ini akan jatuh pada tanggal 1 September 2017 pastinya memiliki kenangan tersendiri yang sulit untuk Anda lupakan, mungkin di waktu kecil. Apa sebenarnya makna dari hari raya qurban ? Lalu, apa maksud dari kata Qurban apabila ditinjau dari bahasa ? Berikut tim ACT akan memaparkannya pengertian qurban secara lengkap menurut bahasa dan istilah.

Pengertian Qurban Secara Lengkap

Qurban, identik dengan kisah Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail ‘Alaihisallam. Dari Kisah dua utusan Allah ini, ada makna qurban yang kita gali, salah satunya adalah makna tentang keikhlasan dan ketundukan pada perintah Allah Ta’ala. Qurban (kurban) adalah hewan tertentu yang disembelih bagi manusia untuk menjadi lebih dekat dengan kasih sayang Allah. Dalam fiqh qurban disebut “udhiyya” yang berarti hewan yang disembelih saat Idul Adha. Kami menyebutnya “qurban”. Menyembelih binatang disebut “tadhiyya” yang berarti menyembelih hewan khusus pada waktu tertentu dengan niat ibadah dan ketaatan. Ini juga dapat disebut “zabh” dan “Nahr”.

Menurut salah satu ceramahnya, Ustadz dr. Amir Faishol Fath mengungkapkan bahwa secara bahasa qurban berasal dari kata Qoroba Yaqrobu yang artinya mendekat. Oleh karena itu qurban adalah salah satu ibadah yang mendekatkan diri seseorang kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Selain ibadah yang mendekatkan diri kepada sang pencipta, Allah Subhanahu Wata’ala. Ibadah qurban juga memiliki faktor hablumminannas yakni memberikan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar. Qurban adalah ibadah yang mendekatkan diri kepadaNya dan disisi lain membantu masyarakat yang kurang mampu untuk merasakan lezatnya daging qurban yang jarang disantap dalam keseharian.

Salah satu makna yang paling dalam dari ibadah qurban adalah sebagai bentuk penghambaan kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan membahagiakan sesama. Qurban adalah bentuk keshalehan sosial dimana pequrban akan merasakan indahnya berbagi bagi sekitar. Hal ini tak lepas dari arti kata qurban tersendiri dimana berarti ‘mendekat’. Qurban akan mendekatkan  secara emosional bagi si kaya atau si miskin dengan sama-sama merasakan santapan qurban di hari raya idul adha.

Kunjungi website Global Qurban untuk mengetahui informasi lengkap tentang qurban dan dapatkan daftar harga hewan kurban murah hanya di www.globalqurban.com

 

 

Ramadhan Tinggal Menghitung Hari, Mari Persiapkan Diri !

Ramadhan, bulan yang memiliki banyak keistimewaan dalam penanggalan islam kini sudah di depan mata. Kurang dari satu bulan lagi, indahnya menahan lapar dan haus serta emosi dari adzan subuh hingga adzan maghrib akan kita rasakan. Pernak pernik ramadhan pun pasti sudah ada yang menghiasi rumah kita dari penganan berbuka hingga makanan siap saji yang mudah dibuat ketika sahur.

Ramadhan, satu kata yang ketika memikirkannya saja mungkin ada semburat senyum yang terkembang di wajah kita, ummat islam. Bagaimana tidak ke-khususan bulan ini telah tertulis dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadits. Sholat tarawih, Nuzulul Qur’an dan ‘obralan’ pahala di sepuluh hari terakhir ramadhan adalah ladang pahala yang Allah Subhanahu Wata’ala berikan hanya pada bulan ini.

Adapun beberapa keutamaan yang akan didapat selama bulan Ramadhan adalah sebagai berikut

1. Bulan diturunkannya Al-Qur’an

Bulan mulia ini termaktub dalam ayat suci Al-Qur’an yang isinya :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)

2. Waktu dibelenggunya pintu-pintu syaithan dan dibukanya pintu surga lebar-lebar

Sebagaimana yang telah dituliskan pada ayat di atas, adapula keutamaan lain yang akan didapat ketika memasuki bulan ramadhan yaitu pintu-pintu syaithan dibelenggu dan pintu-pintu surga dibuka lebar. Hal ini tercantum dalam sebuah hadits yang berbunyi :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Terdapat Malam Lailatul Qadr yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan
Pada sepuluh terakhir bulan suci ramadhan terdapat sebuah malam yang lebih baik daripada seribu bulan yang disebut malam Lailatul Qadr.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3).

Mari persiapkan diri, agar ramadhan nanti kita dalam kondisi terbaik untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala 🙂 Semoga ramadhan ini kita diberikan kemampuan untuk beribadah maksimal di bulan penuh keutamaan ini, Aamiin Allahumma Aamiin 🙂

Sedekah Pangan : Memberi Dengan Sebaik-baik Pemberian

 

Mengapa sedekah pangan yang terus Aksi Cepat Tanggap galakan ?

Sejatinya sedekah pangan adalah bentuk paling baik dalam ber-sedekah. Seperti yang kita tahu, dunia saat ini tengah berada di kesulitan pangan yang amat sangat. Di Indonesia, tak ayal masalah pangan seringkali menjadi isu utama yang dibahas dalam meja pemerintahan, entah masalah gizi buruk, anak dengan busung lapar, pemerataan distribusi pangan yang tidak merata dan masih banyak lagi. Pulau-pulau terpencil di Indonesia adalah daerah dengan paparan kerawanan pangan yang cukup tinggi, namun mirisnya masalah kerawanan pangan ini juga dialami oleh daerah-daerah perkotaan.

Tentu, tidak hanya Indonesia yang mengalami kerawanan pangan. Masalah ini telah menjadi masalah dunia yang memerlukan perhatian khusus. Untuk menangani permasalahan ini, PBB bahkan membuat lembaga langsung dibawahnya yaitu FAO (Food and Agriculture Organization) yang membahas tentang kerawana pangan dan bagaimana cara mengatasinya

Salah seorang Ustadz di sebuah kajian di kantor pusat Aksi Cepat Tanggap pekan lalu pernah berujar bahwa “Allah Ta’ala tak akan pernah membiarkan satu orang pun manusia di dunia kelaparan, permasalahannya pasti ada di pengelolaan manusia tersebut” Makna dari kalimat tersebut menunjukkan bahwa hadits Rasulullah Salallahu Wa’alaihi Wasallam berbunyi

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً

Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.”

Kerawanan pangan sejatinya erat kaitannya dengan kebiasaan kita sehari-hari yaitu rutinitas untuk tidak membuang-buang makanan, apalagi dengan sengaja. FAO kembali menyebutan fakta mencenangkan tentang makanan sisa ini, “jumlah makanan satu tahun yang terbuang dapat mencukupi kebutuhan satu benua Afrika”. Bayangkan, berapa ton makanan sisa yang terbuang apabila banyaknya saja seluas 30,37 kilometer persegi ?

Dengan ikhtiar menjawab kerawanan pangan dunia, ACT membawa sebuah program komphrensif Sedekah Pangan. ACT berkomitmen memenuhi kebutuhan dasar hidup untuk kelompok rentan kelaparan. Memberikan solusi pangan bergizi bagi balita yang membutuhkan penanganan intensif terkait gizi buruk. Dalam keadaan darurat, sedekah pangan menjadi garda terdepan dalam pemenuhan pangan siap saji bagi korban bencana.

Sedekah Pangan memastikan sedekah yang kita salurkan tepat sasaran dan terasa nyata manfaatnya. Melalui Sedekah Pangan, setiap waktu menjadi momen terbaik dalam berbagi kebaikan. Sedekah Pangan memiliki tiga bagian penting yang membuatnya istimewa, yakni: Bengkel Gizi Terpadu (BeGiTu), Layanan Makan Gratis, dan Paket Pangan (PP).

Mari tunaikan sedekah, dengan sebaik-baik pemberian yaitu sedekah pangan 🙂

Informasi lebih lanjut : www.sedekahpangan.com

 

 

 

 

 

Penyebab Gizi Buruk yang Harus Anda Ketahui

Gizi buruk bukanlah hal yang asing didengar bagi masyarakat Indonesia. Berita sehari-hari yang hilir mudik di media nasional maupun internasional mengenai gizi buruk seringkali memenuhi headline berita. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan gizi buruk tersebut ? dapatkah gizi buruk menyerang anak-anak kita ?

Menurut istilah medis, gizi buruk adalah kondisi tubuh terparah yang mengalami kekurangan gizi dalam kurun waktu yang lama (menahun). Hal ini umumnya terjadi pada anak-anak, gizi buruk yang dialami anak pada banyak kasus disebabkan oleh kurangnya asupan makanan bergizi seimbang, di samping itu bisa juga disebabkan oleh penyakit-penyakit tertentu yang menyebabkan terganggunya proses pencernaan makanan ataupun terganggunya penyerapan zat gizi penting yang diperlukan oleh tubuh.

Adapun gizi buruk yang biasa terjadi di Indonesia, khususnya daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi terjadi karena makanan yang masuk ke dalam tubuh bayi selama masih dalam kandungan ataupun selama masa pertumbuhan. Gizi buruk yang terjadi selama bayi berada dalam masa kandungan dapat terjadi karena asupan makanan ibu selama masa hamil tidak sesuai dengan kebutuhan gizi yang seharusnya di dapat bagi si ibu sendiri serta anak yang baru lahir.

Anak Somalia dengan Gizi Buruk

Tidak main-main, gizi buruk yang tidak tertangani dengan baik, selain menyebabkan terhambatnya pertumbuhan anak, dapat pula menyebabkan kematian. Gizi buruk atau sering pula disebut malnutrisi biasanya menunjukkan gejala klinis yang khas, anak yang mengalami gizi buruk ringan hanya terlihat kurus dengan gangguan pertumbuhan lain misalnya tinggi badan yang tidak sesuai dengan tinggi anak seusianya. Sedangkan gizi buruk berat ditandai dengan anak sudah memiliki gejala-gejala klinis yang khas beserta gangguan biokimiawi dalam tubuh. Gizi buruk berat dikenal juga dengan sebutan Busung Lapar yang ditandai dengan kondisi perut anak membesar dengan akibat dari sistem tubuuh yang mulai rusak.

Berikut akan kami jelaskan faktor penyebab terjadinya gizi buruk yang biasa terjadi pada anak-anak

1.  Sarana keberihan 
Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan pada tahun 2008 bahwa secaraglobal, separuh dari semua kasus gizi pada anak balita disebabkan oleh air yang tidak aman, sanitasi yang tidak memadai atau kebersihan yang tidak layak. Kondisi seperti ini sering menyebabkan diare berulang dan infeksi cacing usus yang sangat membahayakan pencernaan tubuh

2.  Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial

Hampir semua negara, anak-anak dari kelurga kurang mampu memiliki tingkat  gizi buruk tertinggi. Karena hal ini tentu saja akan mempengaruhi ketersiediaan makanan bergizi untuk anak-anak.

3. Penyakit pencernaan dan infeksi lainnya

Penyakit saluran pencernaan menyebabkan kekurangan gizi karena menurunnya penyerapan nutrisi, penurunan asupan makanan, peningkatan kebutuhan metabolik, dan hilangnya nutrisi langsung.  Anak-anak dengan penyakit kronis seperti HIV memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kekurangan gizi, karena tubuh mereka tidak dapat menyerap nutrisi juga

4. Faktor ibu

Asupan gizi anak-anak usia di bawah 5 tahun sangat bergantung pada tingkat gizi dari ibu mereka selama kehamilan dan menyusui. Tingkat gizi ibu selama kehamilan dapat mempengaruhi ukuran tubuh bayi yang baru lahir. Kekurangan iodium pada ibu biasanya menyebabkan kerusakan otak pada anak, dan beberapa kasus menyebabkan keterbelakangan fisik dan mental yang ekstrim. Hal ini mempengaruhi kemampuan anak untuk mencapai potensi pertumbuhan dan perkembangannya.

Gizi buruk memang bukanlah penyakit endemi nan mematikan, namun bagi mereka yang sedang dilanda kesusahan hidup yang amat sangat seperti penduduk di negara konflik ataupun daerah-daerah dengan kekeringan yang sangat parah, gizi buruk dapat mematikan banyak anak bahkan janin dalam kandungan.

Mari bersama kita hadapi gizi buruk dengan menjaga asupan pola makan yang baik bagi anak-anak kita. Apabila telah ada tanda-tanda gizi buruk pada anak Anda, segera bawa ke pelayanan kesehatan terdekat

Sumber :
Mediskus

5 Cara yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Tanah Longsor

Tiga bulan pertama awal 2017 ini, daerah-daerah di Indonesia mengalami bencana yang tak kunjung henti. Bukan hal baru, memang, namun kedatangan bencana yang hadirnya sulit di prediksi tersebut seharusnya dapat dikurangi risiko terjadinya dengan penanganan pra, saat, dan setelah bencana.

Baru-baru ini, Sumatera Barat baru saja menjadi korban bencana dahsyat di awal maret 2017. Banjir dan tanah longsor yang sudah tidak pernah terjadi selama sepuluh tahun terakhir, tiba-tiba datang dan mengakibatkan akses jalan Riau-Sumatera Barat putus bahkan kabar terakhir menyebutkan 6 orang tewas, sejumlah rumah dan kendaraan tertimbun mobil dan longsor

Tanah longsor terjadi akibat banyak faktor, antara lain curah hujan tinggi, tumpukan sampah yang menggunung, erosi serta lereng dan tebing yang terjal. Karena bencana ini datangnya tidak bisa diprediksi dan hadir secara tiba-tiba, maka tanah longsor seringkali menyebabkan banyak korban berjatuhan, apalagi bagi mereka yang tinggal di lereng bukit atau gunung. Seperti saat menghadapi bencana lain, agar risiko korban berjatuhan dapat diminimalisir

Untuk itu, berikut akan kami jabarkan 5 cara mudah yang harus Anda lakukan ketika terjadi tanah longsor

  1. Apabila hujan turun dengan lebat dan mulai terdengar gemuruh yang tidak biasa, segera menjauh dari lokasi yang paling dasar. Hati-hatilah dalam melangkah, karena struktur tanah setelah hujan masih sBanjir dan Longsor Sumatera Baratangat labil, apabila tidak hati-hati dikhawatirkan akan memperparah kondisi tanah
  2. Segera hubungi pihak BPBD atau pihak terkait terdekat sebelum kondisi longsor semakin parah
  3. Amankan peralatan yang mudah di amankan, tidak usah memaksakan mengamankan peralatan yang berat dan besar sehingga nantinya akan menyulitkan evakuasi
  4. Apabila tempat yang Anda tempati sekarang sangat rawan longsor, maka segera sarankan kepada pejabat setempat untuk melakukan relokasi tempat hunian
  5. Jangan panik dan tetap siaga. Apapun bencana yang Anda hadapi kewaspadaan dan kesiapsiagaan akan banyak menolong Anda dan kerabat terdekatSumber : http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/tanah/penyebab-tanah-longsor

Banjir di Akhir Februari 2017, Jakarta Siaga Satu

 

 

Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta sejak dua hari terakhir (20/2). Sejumlah wilayah di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi tergenang genangan air, bahkan di daerah dengan tingkat keparahan banjir yang cukup parah, bahkan di beberapa ruas, tinggi banjir mencapai pinggang orang dewasa.

Berdasarkan informasi dari akun twitter resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan banjir terjadi di Jalan Jenderal Sudirman depan Universitas Atmajaya. Di lokasi tersebut, air menggenang hingga ketinggian 20 centimeter.

Bukan hanya ruas jalan-jalan utama di ibukota saja yang tergenang banjir. Fenomena banjir yang tak kunjung surut ternyata juga menghampiri sejumlah wilayah yang sebelumnya tidak pernah terdampak dan kini harus merasakan genangan air yang sangat mengganggu aktivitas. Genangan air yang menggenangi sedikitnya 54 titik di Jakarta dan sekitarnya ini menyebabkan sejumlah daerah lumpuh dan ruas-ruas jalan utama tidak bisa terlewati.

Banjir kali ini bukan hanya menerjang Bukit Duri dan Kampung Melayu yang biasa dikenal rawan banjir. Namun, juga menggenangi 54 kawasan strategis dari 5 kotamadya di Jakarta dengan ketinggian air 30-150 centimeter. Salah satu titik banjir terparah berada di sekitar Jln. Gunung Sahari Raya dan daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat. Ketinggian air pada titik tersebut dikabarkan bahkan mencapai 1,5 meter.

Situasi berlanjut dengan adanya laporan tinggi muka air pada seluruh sungai yang melintasi Jakarta mengalami kenaikan drastis. Pantauan muka air yang didata BNPB terakhir pada pukul 06.00 WIB tadi. Hasil pengamatan warga sekitar menunjukkan, tinggi muka air di Kali Karet 630 cm alias siaga 1. Tinggi muka air di Pulogadung adalah 700 cm alias siaga 2. Akhirnya ketakutan pun terbukti, debit air yang menyesakkan aliran sungai tak mampu ditampung, meluap, dan kemudian menenggelamkan kawasan di sepanjang sepadan sungai.

Jakarta siaga banjir, bagi Anda yang akan berpergian, kami sarankan untuk tetap berhati-hati ketika berkendara dan terus memantau pergerakan cuaca di daerah sekitar Anda, karena mungkin saja sewaktu-waktu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi datang mengguyur tempat Anda.

 

Pengertian Wakaf dan Rukun Wakaf

Wakaf merupakan ibadah maliyah yang memiliki potensi besar untuk dilakukan pengembangan. Harta benda yang diwakafkan, nilai dari wakafnya tetap, sedangkan hasil dari pengelolaan wakaf selalu memberikan mafaat dari hari ke hari. Ditinjau dari segi  syari’ah wakaf adalah menahan sesuatu benda yang kekal zatnya, untuk diambil manfaatnya untuk kebaikan dan kemajuan agama. Menahan suatu benda yang kekal zatnya, artinya tidak dijual dan tidak diberikan serta tidak pula diwariskan, tetapi hanya disedekahkan untuk diambil manfaatnya saja.

Wakaf merupakan ibadah maliyah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Harta benda yang diwakafkan, nilai dari wakafnya tetap, sedangkan hasil dari pengelolaan wakaf selalu memberikan manfaat dari waktu ke waktu. Dalam fungsinya sebagai ibadah, wakaf akan mengalirkan pahala terus-menerus selama harta wakaf itu dimanfaatkan. Adapun fungsi sosialnya wakaf dapat menjadi jalan bagi pemerataan kesejahteraan di kalangan ummat dan penanggulangan kemiskinan di suatu negara apabila terkelola dengan baik.

Para ulama berpendapat bahwa hukum berwakaf itu merupakan anjuran agama, sebab wakaf merupakan salah satu bentuk kebajikan. Jadi, salah satu bentuk kebajikan melalui harta ialah dengan berwakaf. Terlebih, dengan ber-wakaf kebaikan akan terus mengalir bagi pemberi wakaf serta bagi penerima manfaat wakaf.

Pada dasarnya wakaf dibagi menjadi dua bentuk.

  1. Wakaf yang diberikan kepada keluarga dan karib kerabat atau oratu orang-orang tertentu, yang disebut dengan wakaf al-abliy atau wakaf al-dzurry. Sasaraan wakaf jenis ini adalah pribadi tertentu atau masyarakat yang motivasinya bukan untuk memajukan agama islam.
  2. Wakaf untuk membagikan dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan yang disebut dengan wakaf al-khairiy. Mewakafkan sebidang tanah untuk masjid, umpamanya, termasuk ke dalam jenis wakaf yang terakhir ini. Wakaf al-khairiy inilah yang disukai, dan jenis ini pula yang banyak berlaku di Indonesia

Adapun yang dinyatakan sebagai dasar hukum oleh para ulama, QS. Al-hajj : 77

Artinya: berbuatlah kamu akan kebaikan agar kamu dapat kemenangan.

Dalam ayat lain yaitu QS. Ali-imran : 92 Allah berfirman:
Artinya: Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah yang Maha Mengetahui. 

Dalam salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Imam Jamaah kecuali bukan dari Ibnu Majah dari Abi Hurairah RA sesungguhnya Rasulullah Sallallahu Wa’alaihi Wasallam bersabda :

Artinya; Apabila mati seorang manusia maka terputuslah pahala perbuatannya kecuali tiga perkara yaitu: Shadaqah zariah (wakaf), ilmu yang dimanfaatkan baik dengan cara mengajar maupun dengan karangan dan anak saleh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya.

Adapun sama halnya seperti ibadah-ibadah lain, wakaf memiliki rukun-rukun yang harus di taati, yaitu :

Menurut jumhur ulama kebanyakan, mereka sepakat bahwa rukun wakaf ada empat, yaitu:

  1. Wakif (orang yang berwakaf)
  2. Mauquf ‘alaih (orang yang menerima wakaf)
  3. Mauquf (harta yang diwakafkan)
  4. Sighat (pernyataan wakif sebagai suatu kehendak untuk mewakafkan harta bendanya).

Menurut pasal 6 Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004, wakaf dilaksanakan dengan memenuhi unsur wakaf sebagai berikut:

  1. Wakif
  2. Nadzir
  3. Harta Benda Wakaf
  4. Ikrar Wakaf
  5. Peruntukkan Harta Benda Wakaf
  6. Jangka Waktu Wakaf

Menurut hukum (fiqih) Islam, wakaf baru dikatakan sah apabila memenuhi dua persyaratan, yaitu:

  1. Tindakan/perbuatan yang menunjukan pada wakaf.
  2. Dengan ucapan, baik ucapan  yang jelas atau ucapan kinayah (berbentuk sindiran ). Ucapan yang sharih seperti: “Saya wakafkan….”. Sedangkan ucapan kinayah seperti: “Saya shadaqahkan, dengan niat untuk wakaf”.Dengan rukun tersebut jelas bahwa perbedaan wakaf dengan ibadah ‘memberi’ lainnya dibedakan dengan empat rukun yang telah dikemukakan di atas.Sejarah mencatat bahwa wakaf merupakan energi penggerak peradaban. Wakaf mampu mengalirkan dan mengekalkan manfaat harta dan mengubahnya menjadi berbagai aset yang produktif dan bermanfaat bagi kemaslahatan ummat baik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, bahkan ketahanan negara.Wakaf harus bersifat produktif dan berkelanjutan. Sebagai contoh kita mengenal bagaimana kisah Utsman bin Affan yang memberi manfaat berkelanjutan bagi ummat. Beliau membeli sumur dari seorang Yahudi yang memonopoli sumur tersebut dan menjual airnya dengan harga tinggi. setelah dibeli, beliau mewakafkannya sehingga semua orang di kota Madinah dapat menggunakannya secara cuma-cuma. Air dari sumur dan tanah di sekitarnya, begitu penting menggerakkan kehidupan dan aktivitas di kota Madinah hingga saat ini.