Apa Itu Zakat Profesi ?

By | 31/01/2017


Zakat menurut bahasa berarti berkah, bersih, dan berkembang. Seseorang yag telah mengeluarkan zakat dari harta yang dimilikinya maka harta dan dirinya menjadi bersih, karena tidak ada lagi hak-hak orang lain yang melekat pada hartanya hingga hidup seseorang yang mengeluarkan zakat hidupnya lebih berkah. Berkembang karena harta yang di zakatkan tdak menumpuk pada seseorang tapi telah diberikan kepada orang yang berhak menerimanya.

Zakat menurut terminologi (syar’i) adalah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya (mustahiq) dari pemberi zakat (muzakki) yang disebutkan dalam Al-Qur’an.

Perintah Berzakat
Perintah berzakat dapat kita temui dalam rukun ke empat rukun islam. Dalil Qur’an juga menjelaskan perintah ini, jadi jelas bahwa zakat adalah perintah Allah bagi orang-orang yang beriman.
Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (At Taubah 9 : 103)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَلا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Al Baqarah : 267)

Zakat merupakan pilar ketiga setelah syahadat dan sholat dan dua pilar lainnya dalam rukun islam. Seorang muslim tanpa mendirikan pilar ketiga, berarti telah ‘merobohkan’ agamanya.

Zakat sudah diwajibkan sejak berabad-abad yang lalu pada masa Rasulullah Salallahu Wa Alaihi Wasallam dan mulai diorganisir secara profesional dengan dikumpulkan di Baitul Mal/Lembaga Zakat pada zaman Umar Bin Khattab. Sebuah lembaga yang sangat potensial untuk menyantuni fakir miskindan menghidupkan syiar islam.

Akibat Buruk bagi yang Lalai Terhadap Zakat 
Orang yang menolak membayar zakat tertentu padahal ia mengetahui hukumnya, dan telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan syariat, maka ia berdosa besar karena mengingkari perkara dasar agama, dan ancaman siksaannya, kelak di akhirat akan teramat berat.

Rasulullah Salallahu Wa’alaihi Wassalam bersabda :

“Barangsiapa, diberi (kecukupan) harta oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tetapi dia tidak menunaikan (kewajiban) zakatnya, maka pada hari kiamat, hartanya dijadikan untuknya menjadi seekor ular jantan aqra’ (yang kulit kepalanya rontok karena dikepalanya terkumpul banyak racun) dan kedua sudut matanya berbusa. Ular itu dikalungkan (dilehernya) pada hari kiamat. Ular itu menggigit dengan kedua sudut mulutnya (yang bertaring dan berbisa). Ular itu dikalungkan (dilehernya)pada hari kiamat. Ular itu menggigit dengan kedua sudut mulutnya (yang bertaring dan berbisa) lalu ular itu berkata, “Aku adalah hartamu, aku adalah harta simoananmu (yang ketika di dunia tidak di keluarkan zakatnya).

Zakat Profesi
Zakat profesi atau zakat penghasilan adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan dari penghasilan (gaji) seseorang dari profesinya apabila telah mencapai nishab (batas kepemilikan) sejumlah nisab emas 85 gram.

Pertama: Orang yang menghabiskan seluruh gajinya (setiap bulan) untuk memenuhi kebutuhannya dan tidak ada sedikit pun harta yang disimpan. Kondisi semacam ini tidak ada zakat.

Kedua: Pekerja yang mampu menyisihkan harta simpanan setiap bulannya, kadang harta tersebut bertambah dan kadang berkurang. Kondisi semacam ini wajib dikenai zakat jika telah memenuhi nishab dan mencapai haul.

Adapun sebagian orang yang mengatakan bahwa zakat penghasilan itu sebagaimana zakat tanaman (artinya dikeluarkan setiap kali gajian yaitu setiap bulan), sehingga tidak ada ketentuan haul (menunggu satu tahun), maka ini adalah pendapat yang tidak tepat.

Cara menghitung zakat profesi
Nisab emas 85 gr x Rp 500.000 (asumsi harga emas/gram)
= Rp 42.500.000

Cara menghitung zakatnya : Rp 42.500.000,- : (di bagi) 12 = Rp 3.541.666,- (minimum gaji/bulan)
Jadi, zakatnya : Rp 3.451.666,- x 2,5 % = Rp 88.541,-

Sumber : Suplemen Panduan Zakat Yayasan Baitul Hikmah Elnusa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *