Ada 40 Juta Warga Indonesia Hidup Terancam Longsor

By | 23/06/2016

potensi-bencana-longsor

Baru saja sepekan ini kabar tentang bencana longsor memicu duka mendalam. Terjangan bencana longsor menghantam banyak titik sekaligus di Kabupaten Purworejo. Lebih dari 40 jiwa meregang nyawa tertimbun tumpukan tanah longsor yang ambles dari tebing setinggi puluhan meter. Walau kemungkinan potensi bencana longsor bisa diprediksi dengan memicu alarm penanda pergerakan tanah, namun tetap saja kondisi bangunan rumah yang dibangun dekat sekali dengan tebing curam memicu potensi longsor. Kenyataannya kajian tentang daerah rawan longsor belum menjadi pertimbangan warga dalam membangun hunian.

Mengkaji potensi bencana longsor di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana bahkan memiliki rincian data yang lebih mengkhawatirkan. Menurut hitungan BNPB, ada 275 daerah rawan longsor di seluruh Indonesia. Sebagian besarnya berada di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Dari ratusan titik daerah rawan longsor itu, BNPB memperkirakan ada lebih dari 40,9 juta warga yang menempati kawasan rawan longsor. Artinya ada risiko 40 juta jiwa warga terpapar bencana tanah longsor kapan pun, apa pun pemicunya. Jumlah risiko 40 juta jiwa warga terancam longsor ini pun bisa dibilang fantastis. Jika risiko bencana longsor tak bisa diminimalkan, setiap kali ada bencana longsor, kemungkinan akan jatuh korban jiwa saking banyaknya risiko jiwa yang hidup dalam potensi longsor.

Selama ini menurut BNPB, warga lokal di tepian bukit dan gunung terjal lebih sering mengabaikan potensi longsor yang tersaji di depan mata. Pada mereka sudah paham kondisi hidup mereka dikelilingi risiko bencana longsor. Namun mahalnya harga tanah dan rumah di lokasi aman serta ketidakpedulian warga menyebabkan banyaknya rumah yang di bangun persis di tepian bukit terjal rawan longsor. Potensi itu pun makin meningkat lagi ketika intensitas hujan meningkat signifikan.

Kenekatan warga membangun lokasi rumah di daerah rawan longsor pun menjadi gambaran betapa lemahnya pengawasan pemerintah daerah dalam mengatur implementasi tata ruang di Indonesia, khususnya di daerah terpencil di balik bukit terjal dan gunung tinggi.

Padahal selama ini pemerintah pusat mengaku sudah mengirimkan ribuan peta kondisi rawan longsor di Indonesia langsung ditujukan kepada pemerintah daerah setempat. Namun upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana longsor itu diakui masih minim perhatian. Bahkan alarm peringatan dini yang dibangun di lokasi rawan longsor lebih sering rusak karena tidak dirawat dan digunakan secara semestinya.

Ketika terjadi bencana longsor dalam skala besar seperti kejadian longsor di Purworejo beberapa hari lalu baru semua tergerak, masyarakat baru waspada setelah muncul kejadian bencana. Total korban tewas yang telah ditemukan karena bencana longsor di Purworejo kini sudah tembus sampai 43 orang. Kebanyakan korban tewas sedang berada di dalam rumah masing-masing selepas berbuka puasa. Hanya dalam dua menit, hantaman longsor menimbun apa pun yang berada di bawah tebing itu. Longsor di Desa Donorati Kabupaten Purworejo pun menyisakan duka mendalam. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *