5 Bencana Terbesar di Indonesia pada Tahun 2015

By | 09/02/2016

Tahun 2015 bisa dibilang adalah tahun dimana Indonesia cukup banyak dilanda bencana dan menjadi perhatian publik hingga mancanegara. Dari tahun ke tahun Indonesia memang terkenal dengen daerah yang rawan bencana, terutama banjir dan tanah longsor. Selain itu, erupsi merapi juga menjadi kasus bencana yang selalu diwaspadai di Indonesia khususnya daerah di area lereng gunung. Satu fenomena kejadian bencana alam di tahun 2015 bukan terjadi karena kehendak alam, tetapi ulah manusia yang menyebabkan terjadi kebakaran hutan dan bencana kabut asap di Sumatra.

Berikut ini 5 Bencana Terbesar di Indonesia pada tahun 2015

1. Gunung Sinabung Meletus

sumber: umm.ac.id

sumber: umm.ac.id

Selama tahun 2015 Gunung Sinabung sering meletus dan mengalami erupsi yang menyebabkan setidaknya 370 kepala keluarga direlokasi dan 10.110 orang mengungsi. Warga masih dilarang beraktivitas di dalam radius 6 kilometer dari puncak di sisi timur dan 7 kilometer di sisi selatan-tenggara.

 

2. Kebakaran Hutan dan Kabut Asap di Sumatera

kebakaran-kabut-asap

sumber: metrotvnews

Tahun 2015 adalah kebakaran hutan terbesar yang dialami Indonesia. Bencana yang terjadi api hingga membakar 2,61 juta hektar hutan dan lahan menyebabkan kabut asap di Sumatra terutama daerah Riau dan Palembang. Kabut asap ini menjadi bencana besar karena sangat berefek buruk pada kesehatan. Kabut asap pekat yang mengakibatkan 24 orang meninggal serta 600 ribu jiwa menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

 

3. Gempa Alor

gempa-alor
Gempa bumi berkekuatan 6,2 Skala Richter mengguncang Alor, Nusa Tenggara Timur, pada 4 November 2015. Tiga hari kemudian, dua gempa susulan terjadi, masing-masing 4,1 SR dan 3,4 SR. Akibat gempa tersebut korban tiga orang luka-luka, 5.439 jiwa mengungsi, 579 rumah rusak berat, 382 rumah rusak sedang, 1.114 rumah rusak ringan, dan 47 fasilitas umum rusak (CNN Indonesia)

 

4. Gempa Halmahera

gempa-halmahera
20 November 2015 terjadi gempa berturut turut 5,1 skala richter di di Halmahera Barat Maluku Utara. Setidaknya sudah tercatat 276 rumah rusak ringan, 53 rumah rusak sedang, dan 21 rumah rusak berat. Gempa menyebabkan jalan raya retak sepanjang 500 meter dan juga merusak sejumlah fasilitas pemerintah.

 

5. Longsor Bengkulu

longsor-bengkulu
Tanah longsor di Desa Karang Sulu, Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, pada 4 Desember 2015. Dalam evakuasi, seorang bisa diselamatkan, dan dua korban lain tewas, dan Sebayak 15 orang diduga masih tertimbun di dalam tambang emas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *