4 Orang Tewas Akibat DBD di Lebak, 560 Jiwa pun Positif DBD

By | 05/04/2016

dbd-di-lebak

Cerita tentang Kabupaten Lebak tak pernah berhenti menundang pilu. Sudah sekian lama terjebak dalam keterpurukan kondisi sosial yang sulit untuk berkembang, ditambah lagi mirisnya kondisi kesehatan dan sanitasi warga di Lebak makin membuat beragam kasus pelik melanda Lebak. Kabar yang terbaru, sejak Januari 2016 sampai dengan April 2016, pasien Demam Berdarah Dengue atau DBD di Lebak sudah mencapai 560 orang. Dari jumlah tersebut dilaporkan 560 orang di antaranya meninggal dunia. Kondisi ini pun makin membuat Kabupaten Lebak termasuk dalam status Darurat DBD.

Mengutip dari Antara, kebanyakan pasien DBD di Lebak dirawat difokuskan untuk dirawat intensif di dua rumah sakit yang berbeda di kawasan Rangkasbitung, Kab. Lebak. 405 pasien DBD serentak dirawat di Rumag Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajidarmo Rangkasbitung.  Sedangkan 155 orang lainnya dirawat di Rumah Sakit Misi Rangkasbitung.

Namun ternyata, pasien DBD di Lebak yang terdata oleh Dinas Kesehatan setempat ini tak hanya berasal dari Lebak saja. Beberapa terdata juga berasal dari daerah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bogor.

Jika dilihat dari potensi cuaca yang terus terjadi selama beberapa bulan ke belakang, kemungkinan sebaran wabah penyakit Demam Berdarah Dengue memang meningkat drastis. Pasalnya cuaca hujan lebat yang lembab memang menjadi momen paling efektif untuk nyamuk berkembang biak. Apalagi pasca hujan deras biasanya banyak menyisakan genangan air di beberapa tempat yang menyerupai wadah. Genangan air adalah lokasi terbaik bagi nyamuk aedes aegypti, nyamuk penyebar virus DBD untuk berkembang biak.

Sementara itu, kasus kematian penderita DBD di Lebak bermula ketika 4 pasien yang positif DBD tak segera ditangani oleh rumah sakit terdekat. Padahal penderita DBD biasanya akan merasakan gejala penurunan trombosit yang drastis. Akibatnya fatal, jika trombosit berada di bawah ambang batas normal maka kematian sudah diujung mata.

Untuk diketahui, trombosit atau keping darah adalah sel tersirkulasi dalam darah dan terlibat dalam mekanisme hemostasis tingkat sel dalam proses pembekuan darah dengan membentuk darah beku. Rasio plasma keping darah normal berkisar antara 200.000-300.000 keping/mm³, nilai dibawah rentang tersebut dapat menyebabkan pendarahan. Penurunan trombosit yang begitu drastis ini bisa menjadi gejala paling fatal dari penyakit DBD.

Pencegahan utama untuk menghindari risiko dari DBD paling mudah dengan melakukan peningkatan kebersihan lingkungan. Selain itu paling penting diperhatikan untuk pengoptimalan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) juga melakukan kegiatan 3M (mengubur, menutup, menimbun) barang-barang bekas.(cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *