3 Fakta tentang Kondisi Anak-Anak Suriah: Mereka Hidup Dalam Ketakutan

By | 11/03/2016

Homs, Syria, September 2012 WFP is providing food assistance to over 223,000 people this month through its implementing partner the Syrian Arab Red Crescent and a local NGO – El Bir Association for Charity. WFP is prioritizing assistance to internally displaced people in public shelters mainly mosques, churches, schools as well as families displaced from one part of the governorate to another area taking refuge with relatives and friends. Communities provide cooked meals to internally displaced people in public shelters using WFP dry rations. Photo: WFP/Abeer Etefa

Dunia makin berada dalam kondisi tak nyaman bagi anak-anak, kenyataan itulah yang kini makin nyata terlihat dalam kondisi anak-anak Suriah. Di saat kesedihan anak-anak Palestina masih belum bisa terobati, kini ratusan ribu anak-anak Suriah diperkirakan akan bernasib sama, memiliki masa depan yang suram. Konflik Suriah yang sudah berjalan bertahun-tahun tanpa ada tanda-tanda berakhir telah menggadaikan kebahagiaan anak-anak Suriah, merenggut hak mereka untuk mendapatkan masa depan yang baik dan pendidikan yang terjamin.

Bagaimana kondisi anak-anak Suriah hari in? yayasan amal yang mengkhususkan pada urusan anak-anak, Save The Chlidren punya data tentang kondisi anak Suriah. Berikut adalah 3 fakta terbaru yang bisa menggambarkan kehidupan anak Suriah hari ini.

  1. Ratusan ribu anak-anak Suriah masih hidup di daerah teror, penuh dengan ranjau, serangan udara dan bunyi tembakan

Save the children mencatat, hari ini sedikitnya ada seperempat juta anak-anak Suriah atau 250 ribu lebih yang masih hidup dan tinggal di daerah-daerah yang terkepung oleh militan Suriah. Mereka hidup di antara deru suara peluru, bom ranjau, serangan udara tanpa henti setiap harinya.

  1. Anak-anak Suriah hari ini berada dalam kekurangan makanan yang sangat parah

Dalam kondisi perang tanpa diketahui kapan akan usai, ratusan ribu anak-anak Suriah dilaporkan berada dalam kelaparan parah. Kemarin, kasus kelaparan di Madaya hanya sebagian kecil dari ratusan daerah di Suriah yang mengalami kelaparan. Mirisnya lagi, Save the Children mengatakan banyak anak-anak yang terpaksa memakan daun rebus dan pakan ternak, dalam desing peluru dan ketakutan akan serangan! Catatan dari PBB memperkirakan hari ini, ada 500.000 jiwa orang Suriah termasuk anak-anak yang masih hidup di daerah yang sangat sulit dijangkau bantuan. Sebab bom ranjau dan konflik mustahil untuk ditembus konvoi bantuan kemanusiaan

  1. Ribuan anak-anak yang sakit tidak diizinkan untuk pergi keluar dari desanya untuk mendapatkan perawatan kesehatan

Peraturan sangat tidak manusiawi ini berlaku di arena perang Suriah. Tak ada nilai kemanusiaan yang berlaku di lokasi perang. Save the Childen melaporkan banyak orang orang yang terkepung di daerah perang termasuk anak-anak yang sakit tidak diizinkan mendapatkan pelayanan kesehatan. Bahkan hari ini, dipastikan banyak anak-anak Suriah yang sekarat karena kekurangan makanan dan tak ada obat-obatan. Padahal banyak daerah konflik itu berada dekat dengan gudang yang penuh bantuan.

Direktur Advokasi, Media dan Komunikasi Regional Save the Children, Misty Buswell mengatakan pada Reuters bahwa banyak keluarga yang mengaku terpaksa merawat bayi yang sekarat di pos pemeriksaan, dirawat oleh dokter hewan, dan anak-anak terpaksa memakanan pakan ternak di ruang bawah tanah rumah mereka, berlindung dari serangan udara. (cal)

img:unicef

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *