3 Fakta di Balik Serangan Negeri Arab yang Sebabkan Konflik Yaman

By | 28/08/2015

Fakta Konflik Yaman

Hingga hari ini negeri Yaman masih menjadi arena pertikaian konflik yang memaksa jutaan warganya menjadi pengungsi perang. Konflik Yaman bermula ketika pasukan kelompok pemberontak Houthi berhasil menduduki Istana Presiden di Ibukota Sanaa untuk menuntut pemerintah melakukan reformasi.

Walau Istana berhasil diduduki, namun ternyata Presiden berkuasa Abdurabuh Mansyru Hadi berhasil melarikan diri sebelum pemberontak memasuki istana dan akhirnya dievakuasi dan ditempatkan di tempat yang aman sekitar wilayah Arab Saudi.

Melihat kondisi genting di pemerintahan dan negaranya, akhirnya Mansyur Hadi pun meminta pertolongan pada Kerajaan Arab Saudi untuk mengumpulkan kekuatan dan menyerang pemberontak Houthi agar Yaman bisa kembali dikendalikan. Raja Saudi segera mengamini perintah tersebut dan mengirimkan ratusan ribu personelnya ke perbatasan dan merangsek ke dalam negeri Yaman. Akhirnya 150 ribu tentara Arab dan gabungan koalisi liga Arab itu pun bertempur di berbagai Kota di Yaman berharap bisa memukul mundur pemberontak Houthi.

Imbasnya jutaan warga sipil Yaman harus menerima kenyataan rumah dan negaranya porak poranda karena perang.

Berikut adalah Fakta di balik serangan Negeri Arab yang telah sebabkan Konflik Yaman:

  1. Ternyata Konflik Yaman merupakan puncak pertikaian kelompok Mazhab Iran dan Mazhab Saudi

Di belahan bumi manapun, konflik antara dua kelompok ini adalah konflik abadi. Sepeninggal Rasulullah, perang pengaruh ini terwujud dalam pertikaian berbagai kelompok. Termasuk apa yang terjadi di Yaman. Banyak pihak menganggap bahwa Houthi yang dikendalikan oleh Iran adalah alasan utama mengapa Arab Saudi mau meladeni permintaan Yaman untuk menggempur Houthi. Dahulu kejadian serupa yang berawal dari pertikaian antara Saudi dan Iran perah terjadi pada 1990 di Kuwait yang akhirnya berujung pada Perang Teluk

  1. Israel dengan pasukan jet tempurnya pun ikut bermain dalam Konflik Yaman

Anehnya, dalam pertikaian antara Houthi dan koalisi negara Arab ini, Israel ikut mengambil bagian. Dikutip dari laman merdeka.com, sejumlah jet tempur Israel terlihat ikut dalam bagian serangan udara pasukan Arab Saudi ke Taman. Hal ini menjadi kasus yang pertama kalinya, pasukan zionis Israel ikut bergabung dengan pasukan Negara Arab. Entah ada maksud apa di balik niatan Israel ini.

  1. Washington, Gedung Putih pun ikut mendukung serangan Saudi ke Yaman

Nampaknya konfik Yaman akan terus berlanjut menjadi gabungan koalisi negara-negara super. Amerika Serikat langsung di sampaikan oleh Presiden Barrack Obama menyampaikan dukungannya terhadap serangan Raja Salman Arab Saudi yang memukul mundur pasukan Houthi di Yaman. Namun Amerika menolak untuk memberikan bantuan militer, dukungan negeri Obama hanya sebatas informasi intelejen dan pasokan logistik bagi militer Saudi.

(CAL)

img: telegraph.co.uk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *