2016 Penderitaan Pengungsi Gunung Sinabung yang Masih Terus Meletus

By | 14/04/2016

2016 Gunung Sinabung Meletus

Bencana Gunung Sinabung sampai tahun 2016 inimasih terus meletus belum menunjukkan tanda-tanda berhenti meletus sejak September 2013. Menurut data dari BNPB sampai saat ini aktivitas vulkanik masih sangat tinggi dan status masih Awas. Letusan yang disertai dengan awan panas dan lava setiap hari masih berlangsung. Pada Minggu 10 April 2016 diinfokan BNPB bahwa Gunung Sibung telah meletus sebanyak 4 kali. Dampaknya pada pengungsi yang belum punya harapan untuk kembali ke tempat tinggalnya saat ini karena rawan semburan awan Panas.

Masih ada pengungsi Gunung Sinabung sebanyak 9.322 jiwa (2.592 KK) yang bertempat tinggal di posko yang berada di 10 posko pengungsian. Pengungsi berasal dari 9 desa. Sampai saat ini nasib mereka masih tergantung pada kiriman bantuan dari pihak pemerintah, lembaga dan juga BNPB.

Dikutip dari Jawapos, penyataan dari ketua BNPB Sutopo kondisi pengungsi sudah lebih setahun mereka berada di hunian sementara. Desa mereka tidak boleh ditempati lagi karena berbahaya dari letusan Gunung Sinabung. Pemerintah masih menyiapkan relokasi untuk mereka namun terkendala lahan untuk permukiman dan pertanian.

Tingkat Awas dari Erupsi Sinabung masih belum ada kepastian kapan berhenti, dampak erupsi Gunung bagi warga tentu menyebabkan perekonomian mati total. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di lereng gunung bermatapencaharian petani yang mengandalakan lahan pertanian sebagai sumber pendapatan. Jika mereka mengungsi hampir setahun dipastikan pendapatan sangat rendah dari pekerjaan serabutan yang disediakan dari hasil buruh laha di kawasan pengungsian.

Masalah rusaknya saluran air warga sekitar Gunung Sinabung saat ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Dampak luapan lahar dingin Sinabung menyebabkan kerusakan jaringan pipa air. Hal itu seperti yang terjadi di Desa Sukatendel, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo. Akibatnya, warga terpaksa memanfaatkan air tadah hujan atau air sungai yang sudah bercampur lahar dingin untuk kebutuhan sehari-hari.

Pembuatan sumur sangat membantu warga, hal itu yang dicoba ACT untuk mewujudkan sebuah sumur untuk menanggulangi kebutuhan air bersih. Menurut Vice President ACT Insan Nurrohman mengatakan Program Wakaf Sumur ACT bisa menjadi solusi krisis air warga korban Sinabung. Menurut paparan Insan, program Wakaf Sumur menjadi solusi jangka menengah di lokasi bencana erupsi Gunung Sinabung. (Aly)

Img; Jawapos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *