2 Desa Ini Paling Rawan Terdampak Letusan Gunung Kerinci

By | 12/04/2016

kawasan Gunung Kerinci

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Kerinci menjadi potensi ancaman baru. Setelah sebelumnya masyarakat Jambi dan sekitarnya harus berhadapan dengan risiko banjir, dan cuaca buruk akibat puncak dari musim hujan, sejak awal April lalu Gunung Kerinci mulai menujukkan peningkatan dari dapur vulkaniknya. Potensi meletusnya Gunung Kerinci pun bisa kapan saja terjadi.

Seiring dengan peningkatan aktivitas Gunung Kerinci ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi sudah meningkatkan status bahaya letusan Gunung Kerinci di posisi Waspada Level II. Status waspada di level II ini berarti tak boleh ada aktivitas warga sama sekali dari jarak radius berbahaya, sekitar 3 kilometer dari puncak Gunung Kerinci. Aktivitas perkebunan warga apalagi pendakian menuju puncak Gunung Kerinci harus dihentikan sementara demi keselamatan.

Kabar terakhir yang dihimpun dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kerinci menyatakan bahwa Gunung Kerinci masih menyemburkan semburan asap tebal dari puncak gunung sampai setinggi 600 meter. Selain itu jumlah getaran gempa kecil akibat pergerakan di dapur vulkanik Gunung Kerinci sampai mencapai 105 kali sejak pemantauan terakhir pada Sabtu-Senin (9-11 April 2016).

Mengingat bahaya letusan Gunung Kerinci yang bisa terus meningkat kapanpun tanpa bisa diprediksi, BPBD Provinsi Jambi sudah menyatakan akan terus memantau 33 desa yang berada tepat di kaki Gunung Kerinci. 33 desa ini berada dalam radius zona berbahaya letusan dengan jarak sekitar 13 Km dari Puncak Gunung.

Selain itu, ternyata ada 2 desa lagi di kaki Gunung Kerinci yang dianggap paling rawan terdampak letusan, yakni Desa Kersik Tuo dan Gunung Labu. Dua desa ini berada di radius jarak hanya hitungan beberapa kilometer dari puncak Gunung Kerinci. Jika dalam beberapa hari ke depan ada peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Kerinci dan akhirnya memicu letusan atau erupsi Gunung Kerinci, maka prioritas utama adalah mengevakuasi warga di dua desa terdekat dari puncak Gunung Kerinci tersebut.

Gunung Kerinci adalah gunug berapi tertinggi di Indonesia dengan ketinggian puncak mencapai 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sekeliling Gunung Kerinci dikelilingi oleh hutan lebat yang menjadi bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Taman Nasional ini merupakan habitat alami dari Harimau Sumatera dan Badak Sumatera, dua spesies mamalia paling langka di dunia.

Puncak dari Gunung Kerinci di sisi timur laut terdapat sebuah kawah vulkanik sedalam kurang lebih 600 meter dengan air yang berwarna hijau. Kawah ini masih terus aktif dan airnya bisa mendidih jika aktivitas vulkanik di Gunung Kerinci meningkat. Letusan terakhir Gunung Kerinci di tahun 2009 silam, tipe letusan Gunung Kerinci merupakan tipe Hawaii dengan bentuk gunung yang diketagorikan sebagai Gunung Stratovolcano. (cal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *