11 Tahun Tsunami Aceh: 2 Hal yang Harus dilakukan Agar Peringatan Tsunami Lebih Bermakna

By | 28/12/2015

Pasca Tsunami Aceh

Setiap tahunnya di tanggal 26 Desember 2015, masyarakat Indonesia memperingati sebuah tragedi bencana terburuk sepanjang sejarah modern Indonesia. Walaupun tak diperingati secara nasional, namun bagi masyarakat Aceh, tanggal 26 Desember adalah hari yang sakral, hari yang tak bisa dilewatkan dan dilupakan begitu saja. Masyarakat Nangroe Aceh Darussalam selalu menjadikan tanggal 26 Desember sebagai momen terbaik untuk merefleksikan dan memaknai ulang hikmah besar di balik bencana tsunami Aceh, tahun 2004 silam.

Pesan utama yang selalu dimaknai dan ditekankan dalam setiap peringatan tsunami Aceh adalah pesan untuk selalu sadar akan risiko bencana gempa dan tsunami yang bisa datang kapanpun dan dimanapun. Selain dengan doa yang dipanjatkan bagi keluarga, saudara dan ratusan ribu warga Aceh yang menjadi korban tsunami, peringatan 26 Desember harus menjadi titik balik pendidikan kesiapsiaan dan mitigasi tentang gempa dan tsunami. Aceh harus jadi pionir sebagai kota yang bisa belajar akan bencana dahsyat di masa lalu.

Abdul Muhari, selaku pakar tsunami Kementerian Kelautan dan Perikanan, seperti dilansir dari laman Kompas.com memberikan pandangannya terkait hal-hal yang harus dilakukan oleh masyarakat Aceh untuk mengenang traged tsunami tiap 26 Desember.

Berikut adalah 2 hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat Aceh, terlebih masyarakat Indonesia secara keseluruhan agar peringatan tsunami Aceh bisa lebih bermakna:

  1. Momentum untuk evaluasi apa yang telah dilakukan pasca rekonstruksi bencana

Sudah seharusnya tiap tanggal 26 Desember bisa menjadi titik refleksi dari upaya yang telah dilakukan selama 11 tahun terakhir di fase rekonstruksi dan rehabilitasi pasca tsunami. Sudah sejauh mana perbaikan di berbagai lini pasca tsunami menerjang 11 tahun lalu. Tak hanya rekonstruksi fisik, momen 26 Desember pun yang yang terpenting bisa jadi waktu terbaik untuk melihat lagi sejauh mana mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dipahami oleh masyarakat Aceh. Jangan sampai bencana tsunami dahsyat 11 tahun silam tak memberikan kesadaran sama sekali tentang risiko tsunami. Satu hal yang paling sederhana dari mitigasi tsunami adalah mengetahui tanda-tanda awal yang bisa mengindikasikan tanda datangnya tsunami, misalnya ketika pasca gempa air laut surut belasan meter. Kepekaan atas tanda alam ketika gempa besar itulah yang harusnya sudah mengakar di pikiran masyarakat Aceh.

  1. Momentum untuk melanjutkan dan menyampaikan pembelajaran atas tragedi bencana tsunami pada generasi selanjutnya

Tsunami 11 tahun silam tentu tak pernah bisa terlepas dari benak warga Aceh yang merasakan langusung betapa kepedihan dan kehancuran yang diakibatkan oleh bencana. Namun seiring dengan berjalannya waku, perlahan generasi baru masyarakat Aceh terlahir pasca tragedi tsunami. Menjadi kewajiban bersama untuk melanjutkan pembelajaran akan kisah tsunami Aceh pada generasi muda yang terlahir setelah bencana tsunami 2004. (cal)

img : welthungerhilfe.de

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *