10 Sunnah Rasulullah di Hari Raya Idul Fitri

By | 29/06/2016

sunnah-idul-fitri

Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal merupakan hari yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Sebelum merayakan seperti pada umumnya orang Indonesia, lebih baik jika mengutanakan untuk melaksanakan sunnah Nabi di Hari Raya Idul Fitri. Adalah perkara-perkara yang berhubungan dengan shalat ied dan beberapa perbuatan yang disunnahkan bagi seorang muslim berdasarkan pada sunnah-sunnah yang shahih dari Nabi SAW. Di antara perbuatan tersebut adalah:

Pertama: Seorang muslim seyogyanya betul-betul memperhatikan hari ied ini; membersihkan badan dengan mandi dan memakai wangi-wangian. Sekelompok ulama menganggap bahwa perbuatan tersebut adalah sunnah.

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: Dan Nabi saw memakai pakaian yang paling indah pada dua hari raya, maka beliau memiliki pakaian khusus yang dipakainya pada dua hari raya dan hari jum’at” (Zadul Ma’ad: 1/441)

Kedua: Dianjurkan makan sebelum keluar menuju tempat shalat eidul fitri. Nabi menyantap beberapa biji kurma dengan jumlah yang ganjil, baik tiga biji, atau lima atau tujuh biji.

Dari Anas ra berkata: Rasulullah saw tidak keluar pada pagi hari iedul fitri sehingga beliau memakan beberapa biji kurma dan beliau memakannya dalam jumlah yang ganjil.

Ketiga: Dianjurkan untuk pergi dari satu jalan dan pulang dari jalan yang lain. Dari Jabir ra berkata: Bahwa Rasulullah saw pada hari eid (pergi dan
pulang) pada jalan yang berbeda.

Keempat: Disunnahkan untuk mengerjakan shalat eid di tanah lapang dan kebiasaan inilah yang diketahui dari sunnah Rasulullah saw serta selalu dikerjakannya. Sebagaimana dikuatkan oleh para ulama.

Kelima: Tidak disebutkan bahwa Nabi saw melaksanakan shalat sunnah sebelum eid atau sesudahnya di tanah tempat melaksanakan shalat eid tersebut. Dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi saw keluar pada hari eid fitri maka beliau mendirikan shalat dua rekaat namun beliau tidak melaksanakan shalat sunnah baik sebelumnya atau sesudahnya.

Ketujuh: Dianjurkan untuk mengumandangkan takbir sejak tenggelamnya matahari pada malam eid dan diwajibkan oleh sebagian ulama berdasarkan firman Allah swt (QS Al Baqarah 185)

Dan seorang muslim bertakbir sejak keluar dari rumahnya sehingga imam memasuki tempat shalat. Dan takbir ini disyari’atkan berdasarkan kesepakan ulama empat mazhab.

Diceritakan bahwa Ibnu Umar menjalankan shalat ied di luar mesjid dan beliau bertakbir sehingga sampai di tempat mendirikan shalat dan beliau tetap bertakbir sehingga imam datang9 dan dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi saw mengucapkan:

الله اكبر- الله اكبر- الله اكبر لااله الاالله والله اكبرالله اكبر ولله الحمد

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan hanya bagi Allahlah segala pujian”.

Beliau mengucapkan takbir ini di mesjid, di rumah dan di jalan-jalan

Kedelapan: Tuntutan shalat eid lebih kuat bagi jama’ah lelaki dan wanita, bahkan sebagian ulama berkata bahwa dia adalah wajib. Mereka berdalil dengan Hadits Ummu Athiyah bahwa Nabi saw memerintahkan para wanita yang masih gadis untuk mengerjakannya, begitu juga para wanita yang baru baligh dan mereka yang sedang haid, namun beliau memerintahkan agar wanita yang haid menjauhi tempat pelaksanaan shalat dan mereka menyaksikan kebaikan dan berdo’a bersama bagi kaum muslimin”

Kesembilan: Ucapan selamat di Hari raya Iedul Fitri. Diceritakan dari sebagianshahabat bahwa mereka berkata pada hari ied:

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ

(Taqabbalallahu minna wa minkum)

Yang artinya semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian.

Dalam riwayat sahabat dan salafush shalih yang sampai kepada kita, jawaban taqabbalallahu minna wa minkum adalah doa yang sama: taqabbalallahu minna wa minkum.

Kesepuluh: Bergembira pada Hari Raya Idul Fitri. Rasulullah SAW sendiri telah membenarkan penduduk Madinah al-Munawwarah bergembira apabila munculnya hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Imam Abu dawud menerangkan dari hadits sahabat Anas berkata: pada suatu waktu Nabi datang di Madinah, di sana penduduk Madinah sedang bersuka ria selama dua hari. Lalu nabi bertanya “hari apakah ini (mengapa penduduk Madinah bersuka ria?)” mereka menjawab ”dulu semasa zaman jahiliyah pada dua hari ini kami selalu bersuka ria”. Kemudian Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya Allah swt telah mengganti dalam Islam dua hari yang lebih baik dan lebih mulia, yaitu hari raya kurban (idul adhha) dan hari raya fitri (idul fitri).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *